James Karinda

Guru Terlibat Politik Praktis Disorot

Gerak para guru yang terlibat politik praktis memicu reaksi tegas penghuni Gedung Cengkih. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) berang. Seruan memproteksi eksistensi kaum ‘Oemar Bakrie’ kencang bergaung.
Wakil rakyat Bumi Nyiur Melambai meminta supaya menghentikan praktik-praktik yang menjadikan guru ikut berpolitik praktis. Apalagi hanya demi merebut kekuasaan. Dirinya berharap pimpinan partai dan pimpinan pemerintahan, tidak menjadikan tenaga pendidik tumbal terhadap kontestasi politik. Baik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun pemilihan legislatif (Pileg). "Ada banyak keluhan sejumlah guru yang dimutasi karena dinilai tidak sejalan atau tidak mendukung dalam pertarungan pilkada," tegas Ketua Komisi IV DPRD Sulut, James Karinda, Rabu (4/7).

Ia berharap, ketika pilkada sudah berakhir, tidak lagi menemui keluhan guru-guru yang dimutasi oleh pimpinan daerah hanya karena tak sejalan. "Tegasnya jangan rusak citra pendidikan demi dendam yang berimbas bagi rusaknya generasi dan pendidikan," pungkas Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulut ini.

Kepala daerah yang terpilih diharapkannya kelak, dapat memperhatikan anggaran pendidikan dan kesejahteraan tenaga guru. Terutama tenaga guru di wilayah pelosok bahkan perbatasan. "Saya mendorong untuk adanya peningkatan kualitas dari guru-guru dengan memberikan beasiswa lanjut studi," pintanya.
“Jika hal ini diterapkan secara baik maka prestasi demi prestasi di bidang pendidikan akan meningkat,” tuutpnya. (arfin tompodung)


Komentar