Hanura-PAN ‘Tegang’

POLITIK tanah air kembali gaduh. Aroma perseteruan melilit Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Pernyataan Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah yang menyerang senior PAN Amien Rais sebagai 'politikus comberan', jadi pemantik.

"Kalau kemudian ada yang tersinggung mengatakan itu-ini politik comberan nggak paham itu. Ayo, kita bertempur di 2019," tandas Waketum PAN Taufik Kurniawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4).

Taufik menjelaskan, ucapan Amien soal 'partai setan' dan 'partai Allah' itu tak perlu dibesar-besarkan. Amien disebutkan hanya sebatas menyampaikan khotbah di masjid. Menurut Taufik, apa yang disampaikan Amien dalam khotbah itu merujuk pada salah satu surat di Alquran. "Kalau saya sampaikan itu konteksnya adalah menyampaikan tausiah politik di masjid," ujar Wakil Ketua DPR itu.

"Kalau masalah comberan atau tidak hanya Allah yang tahu. Tapi paling tidak seseorang itu, ini bisa mengatakan seperti itu mungkin Hanura kurang paham dalam konteks apa arti yang dimaksud dalam Alquran Surat 58 ayat 19-22," imbuh Taufik.

Hal senada dikatakan Ketua DPP PAN Ali Taher. Ia pun mengatakan Inas seperti kotoran.  "Sekarang yang ngomong comberan itulah yang nggak ngerti. Kotoran dia itu," tandas Ali Taher di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4).

Ali mengatakan Inas berlebihan menyebut Amien sebagai politikus comberan. Amien merupakan tokoh reformasi dan selayaknya dihargai.

"Saya kira itu berlebihan juga. Yang comberan itu siapa? Pak Amien tokoh reformasi loh. Pak Amien tokoh reformasi. Belum ada yang lain-lain, siapa berani zaman Orde Baru melawan kekuasaan otoritarianisme? Pak Amien," tegas Ali.

"Semua diam kok. Sekarang begitu orang ramai-ramai bicara reformasi demokrasi ketika Pak Amien sendirian mendapat ancaman kiri-kanan," imbuh Ketua Komisi VIII DPR itu.

Sebelumnya, Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah menyampaikan tanggapan keras soal serangan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Menurut Inas, ucapan Amien soal 'partai setan' dan 'partai Allah' itu menunjukkan sikap 'politikus comberan'.

"Ucapan Amien Rais tentang 'partai setan' tidak ada kaitannya dengan demokrasi, melainkan hanya tingkah laku politikus comberan yang seenak udelnya saja, dan hal ini tidak boleh terjadi di Indonesia," kata Inas.

Dia pun menyarankan Amien segera pensiun sebagai politikus. Alasannya, agar tak ada lagi kegaduhan politik yang belakangan sering kali disebabkan oleh Amien. "Saran saya kepada Amien Rais adalah segera saja pensiun dari dunia politik agar tidak selalu membuat gaduh perpolitikan di Indonesia," ucap Inas.

Sebelumnya, Amien dilaporkan Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi ke Polda Metro Jaya. Dia melaporkan Amien dengan tuduhan tindakan pidana ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui media sosial. Seperti Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan/atau Pasal 156 a KUHP.(dtc)

 

 


Komentar