‘HARI INI, RIZIEQ TERSANGKA’


Jakarta, MS

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab, kian tak berdaya. Sederet kasus yang menghimpit tokoh yang dinilaiberpengaruh pada semangat bela negara itu (versi LSM LIRA), jadi pemicu. Aroma kursi pesakitan kian tercium. Petinggi Kepolisian Daerah (Polda) di wilayah yang dulunya disebut Parijs van Java, begitu vulgar melempar signal kenaikan status Rizieq menjadi tersangka.

Untuk perkara dugaan penghinaan Pancasila, Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Anton Charliyan mengakui, jika status Habib Rizieq Syihab segera ditingkatkan. "Senin ya kemungkinan besar statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka," sebut Anton di Kompleks PTIK,  Jumat (27/1) pekan lalu.

Soal tersangka ini juga pernah disampaikan Anton. "Kita sedang melengkapi bukti-bukti lain, dan dalam waktu dekat bersangkutan akan dijadikan tersangka," ujar Anton di Mapolda Jabar, belum lama.

Jelas Anton, sebelum menetapkan pentolan FPI itu sebagai tersangka, penyidik akan lebih dulu melakukan gelar perkara yang kedua dalam tahap penyidikan. Saat ini, diakui Anton status Rizieq masih terlapor. "Ditingkatkan melalui gelar perkara. Jadi ini gelar kedua untuk kasus penodaan Pancasila," urainya.

Kendati dengan tegas menyatakan bakal menetapkan Rizieq sebagai tersangka, jenderal bintang dua itu belum bisa menentukan apakah Rizieq bakal langsung ditahan apa tidak. "Masalah penahanan kan sangat subjektif gitu, bukan harus, bisa iya bisa tidak," ucapnya.

"Ada alasan objektif, ada alasan subjektif. Alasan subjektifnya tidak mengulangi perbuatan tindak pidana, akan menghilangkan barang bukti, akan mengulangi itu kan alasan-alasan subjektif," timpal Anton.

Mantan Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) juga mengatakan, Rizieq kurang kooperatif saat dilakukan pemeriksaan pertama. Salah satu bentuk tidak kooperatif nya Rizieq, tidak pernah mengakui pernyataannya di video tersebut. "Yang bersangkutan kurang kooperatif dalam pemeriksaan. Dia menyatakan bahwa saya kalau ceramah itu satu jam, sedangkan yang kita perlihatkan 2-3 menit. Kan yang intinya saja, tidak mungkin yang satu jam," jelas Anton di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (12/1).

Dalam kasus ini, ‘jagoan’ FPI itu dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke kepolisian dengan lampiran video pernyataan Rizieq yang menyebut 'Pancasila Soekarno ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala'. "Yang bersangkutan mengatakan tidak pernah melakukan hal tersebut, dan mungkin saja ini gambar video editan," terangnya, menambahkan.

Diketahui, Ketua FPI Rizieq Syihab dilaporkan Sukmawati lantaran ucapannya saat berdakwah di Kota Bandung pada 2013 lalu menyebutkan Pancasila Soekarno Ketuhanannya ada di pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanannya ada di kepala.Setelah melakukan serangkaian proses penyelidikan, Polda Jabar pun menaikkan status kasus penodaan pancasila ke tahap penyidikan. Namun, sampai saat ini polisi belum menetapkan Rizieq sebagai tersangka.

Semakin dekatnya Rizieq menyandang status tersangka, juga pernah didengungkan Kepala Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Irjen Boy Rafli Amar. Ia memastikan Rizieq nantinya akan menjadi tersangka atas perkaranya yang telah naik ke penyidikan."Saya kira masalah waktu saja. Jadi penegakan hukum perlu waktu, enggak bisa buru-buru. Itu masalah hukum acara yang harus dipatuhi, semuanya proses hukum normal saja," ujar Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin lalu.

Menurut dia, penyidik hingga saat ini masih menggali keterangan dari sejumlah saksi ahli dan mengumpulkan barang bukti atas perkara tersebut. Kemudian, sambung dia, penyidik akan melakukan gelar perkara guna menentukan tersangka. "Yang jelas gelar itu untuk membeberkan, apakah kasus ini statusnya dapat dilanjutkan apakah ada penetapan secara resmi tersangka seperti itu, atau ada kekurangan-kekurangan apa saja yang harus dipenuhi, agar kekurangan ini bisa cepat diatasi karena tentu harus ada bukti," terang dia.

Sementara itu, Habib Rizieq meminta Polisi tidak asal atau semudah itu memproses laporan yang dilayangkan. Menurut dia, jika seperti itu, kepolisian terkesan gampang dijadikan alat pihak tertentu yang ingin menjatuhkan dirinya. "Tentunya kalau setiap persoalan kecil, saya dilaporkan dimana-mana tentunya akan ada persepsi masyarakat ada kriminalisasi ulama tokoh dan habaib," jelas Rizieq di halaman Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, belum lama.

Rizieq mengatakan jika ia terus dikait-kaitkan dengan permasalahan hukum, maka akan menimbulkan persepsi tak bagus di mata masyarakat. Siapapun akhirnya bisa melaporkannya. "Saya sampaikan juga sekarang singkat saja, akhirnya semua kesan di masyarakat yang timbul andai kata saya menginjak semut pun niscaya semut akan digiring melaporkan saya. Ini kondisi yang ada saat ini," sesalnya.

Dia sendiri berharap agar Polisi tak gegabah dalam memproses hukum terutama terhadap dirinya. "Mudah-mudahan ke depan makin membaik dan tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan," kuncinya.

Sementara itu, Jubir Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI, Slamet Maarif berharap, Polisi menangani laporan Sukmawati secara profesional. FPI meminta agar pernyataan yang disampaikan Polisi tidak provokatif. "Harusnya kepolisian jangan jadi provokatif semestinya biar penyidik saja yang mengungkap kasus Habib Rizieq. Tapi kalau nanti ternyata Polda Jawa Barat menyatakan tersangka , ya kita hadapi secara hukum," sebut Slamet, belum lama.  Ia menegaskan, Rizieq adalah warga negara yang taat hukum. Karena itu proses hukum yang dilakukan Polisi akan diaati. "Beliau (Habib Rizieq) taat hukum. Kita akan hadapi dengan cara hukum juga. (Pernyataan kapolda) itu yang kita sayangkan, ini jadi model apa Polisi begini. Kok jadi main ancem-anceman. Mestinya biarkan penyidik melakukan tugasnya dengan baik. Kalau memang sudah terkumpul cukup bukti, silahkan diumumkan," imbuhnya.

AKSI BELA RIZIEQ MEREBAK

Posisi Habib Rizieq yang dinilai kian tersudut, mulai memunculkan simpati dan arus pembelaan.

Sekretaris Jenderal FPI Provinsi Kalimantan Selatan (kalsel) Aan Kurniawan menyatakan, umat Islam asli Kalimantan bersepakat membentuk Forum Persaudaraan Muslim Asli Kalimantan. Pembentukan FPMAM, menurut Aan, merespons aksi ratusan orang di Kota Samarinda yang mendesak penangkapan Rizieq Syihab dan pembubaran FPI pada Rabu lalu. “Setelah ribut-ribut di Samarinda kemarin (Rabu, 25 Januari 2017), ternyata Dayak muslim sudah bentuk organisasi ini (FPMAM). Kepengurusannya sudah tersebar ke seluruh Kalimantan,” jabar Aan, Minggu (29/1). “Terutama yang mayoritas muslim.”

Tapi organisasi ini belum memiliki struktur pengurus di Kalsel. Itu sebabnya, ia mendesak organisasi FPMAM segera membentuk struktur kepengurusan di kalsel. Menurut dia, FPMAM berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang kebetulan bersimpati terhadap sosok Rizieq. “Bukan hanya dari FPI saja, banyak itu, saya lupa, enggak hafal,” tutur Aan. Ia menegaskan, keberadaan FPMAM demi membela Rizieq karena sudah ada gerakan-gerakan di Kalimantan yang berambisi menjatuhkan Imam Besar FPI itu. “Dalam waktu dekat, saya akan koordinasi lagi.”

Ihwal desakan Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional Jakobus Kumis yang menyerukan pembubaran FPI, Aan merespons dingin karena sudah banyak dukungan moral dari umat Islam terhadap Rizieq.  “Jakobus itu siapa, ya? Orang mana itu? Saya santai saja, enggak perlu ditanggapi emosional. Saya pribadi, seandainya beliau diproses secara hukum,enggak masalah. Tapi, kalau sampai beliau terancam, kami pasti turun tangan sebagai pelindung ulama,” ucap Aan.

Diketahui, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional, Yakobus Kumis, menyuarakan kecaman keras terhadap pemimpin Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab. “Tangkap dan adili Habib Rizieq Syihab atas laporan anak-anak bangsa yang masih cinta NKRI,” ujar Yakobus di sela pengukuhan pengurus Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Selatan periode 2016-2021 di Gedung Mahligai Pancasila, Kota Banjarmasin, Sabtu (28/1).

Yakobus menuding Rizieq sebagai provokator yang menebar kebencian, melecehkan kepala negara, dan penistaan terhadap agama lain. “Ia mengatakan kafir terhadap pemimpin yang bukan muslim,” Yakobus menambahkan.

Ia pun mendorong semua elemen bangsa, tokoh agama, dan tokoh-tokoh masyarakat memberikan keteladanan lewat pemikiran, tutur kata dan sikap yang menjunjung multikulturalisme. Yakobus mengingatkan bahwa ideolog Pancasila merupakan pandangan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia. “Indonesia negara masa depan dunia. Masyarakat Dayak harus bersikap adil terhadap semua umat manusia, masyarkat Dayak tidak pernah memberontak dan selalu mendukung NKRI. Kami tegas mengawal kebhinekaan,” ia menegaskan.

Aksi penolakan terhadap Rizieq juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam Aliansi Kerukunan Umat dan Kebhinekaan berunjuk rasa ke Polda Jatim. Mereka menolak kedatangan Rizieq Syihab di Surabaya. Massa mengancam bakal menghadang di Bandara Juanda bila yang bersangkutan nekat datang. Dalam orasinya, salah seorang pengunjuk rasa mengaku bisa mengajak kelompok nasionalis di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik untuk mencegat Rizieq di bandara. “Jawa Timur sudah tenteram, jangan dirusak suasana ini dengan kegiatan-kegiatan provokatif yang mengatasnamakan agama,” ucapnya.

 

KASUS RIZIEQ

Rizieq diterjang sejumlah laporan. Paling panas, dugaan penghinaan Pancasila yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri, Kamis (27/10). Kasus ini kemudian dilimpahkan dari Bareskrim Polri ke Polda Jabar. Dugaan penghinaan Pancasila ditenggarai dilakukan saat ceramah di wilayah Jawa Barat. Dalam kasus penghinaan Pancasila, Habib Rizieq berdalih bahwa dirinya sedang membeberkan isi tesisnya saat menempuh study di University of Malaya, Malaysia. Tesis itu berjudul 'Pengaruh Pancasila Terhadap Penerapan Syariat Islam di Indonesia'. Dalam ceramahnya Rizieq menyampaikan kritik terhadap Pancasila. Menurut Rizieq, Pancasila lahir bukan pada 1 Juni 1945, melainkan pada 22 Juni 1945. Tesis yang dibuat oleh Rizieq menyertakan usulan Sukarno yang sempat memosisikan sila Ketuhanan Yang Maha Esa di sila terakhir. Saat perumusan sila itu dinamakan Ketuhanan berkewajiban menjalankan syarat bagi pemeluknya.

Dalam kasus lainnya, Rizieq dilaporkan atas pernyataanya yang menyebut terdapat lambang PKI, gambar ‘palu arit’ di pecahan uang baru yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI). Pernyataan ini langsung dilaporkan Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) dan Solidaritas Merah Putih (Solmet).

Selain itu, Rizieq dilaporkan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) atas ceramahnya di Pondok Kelapa, pada tanggal 25 Desember 2017. Dalam ceramahnya Habib Rizieq menyampaikan 'Kalau Tuhan beranak terus bidannya siapa?' yang selanjutnya menjadi bahan tertawaan oleh para peserta yang hadir.

Rizieq juga telah dilaporkan terkait dugaan kasus tanah. Menurut Kapolda Jabar, penyidik sementara mengusut berdasarkan laporan dari masyarakat. "Karena ada masyarakat yang melapor," sebut Anton. Menurut Kapoda, laporan mengenai penyerobotan tanah negara itu sudah diselidiki. Dugaan penyerobotan tanah ini terjadi di wilayah Megamendung, Bogor. Namun, kasus tersebut masih dalam penyelidikan petugas. Belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai kasus ini, sementara ini kasus tersebut masih dugaan.

Tak berhenti di situ. Polda Metro Jaya juga berniat menyidik kasus ujaran kebencian yang dilakukan Rizieq Syihab, yang menyebut Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan 'berpangkat jenderal berotak hansip'. Pernyataan Habib Rizieq ini langsung dilaporkan oleh seorang hansip bernama Eddy Soetono.

Akhir pekan lalu, pimpinan FPI ini kembali dilaporkan terkait ceramahnya di media sosial mengenai pendeta. Rizieq dilaporkan LSM menamakan diri Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI). Rizieq dilaporkan terkait ceramahnya yang dianggap menghina agama dan mengancam pendeta. Salah satu penasihat hukum TPDI, Makarius Nggiri Wangge menjelaskan, laporan dilakukan karena ucapan Rizieq dianggap sebagai bentuk intimidasi kepada pemuka agama. Ceramah Rizieq bernada provokatif menyikapi insiden Tolikara 2015 lalu. "Kita akan melaporkan saudara Rizieq Syihab terkait dengan dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan UU ITE yaitu Pasal 29 dan Pasal 45 ayat tiga terkait dengan ancaman yang disebar luaskan melalui Youtube yaitu ancaman pembunuhan terhadap seluruh pendeta yang ada di Indonesia," kata Makarius di depan Sentra Pelayan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Kamis (26/1).

Dia tak tahu alasan Rizieq menyampaikan seruan demikian. Namun, salah satu nada ancaman dalam ceramah itu menyebut pendeta radikal. "Memang di dalam Youtube itu tidak disebutkan alasannya apa. Dianggap pendeta pendeta radikal tapi kan itu dugaan yang sebenarnya tidak bisa dipertanggungjawabkan," aku dia.(mdk/tmp/lp6/dtc/ini/bbc)

 

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado