Suasana perayaan HUT Mitra XI yang dilaksanakan sederhana di gedung Kantor DPRD, Kelurahan Tosuraya Barat Ratahan, kemarin. Kiri ke kanan : Plt Bupati Mitra Ronald Kandoli, Assisten I Setprov Sulut Edison Humiang, Ketua dan Wakil DPRD Mitra, Tavif Watusek

HUT XI Mitra Ajang Evaluasi

Ratahan, MS
Melirik perjalanan Minahasa Tenggara (Mitra) ditahun XI, menitikberatkan terhadap evaluasi, koreksi dan introspeksi khsusunya selang tahun X masa kepemimpinan Bupati James Sumendap dan Wakil Bupati Ronald Kandoli. Digelar sederhana di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kelurahan Tosuraya Barat Ratahan kemarin, Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Mitra XI, membeberkan hasil capaian atas pembangunan yang dilakukan.
Ketua DPRD Tavif Watuseke dalam pernyataannya menyatakan torehan pembangunan yang diraih. “Infrastruktur jalan dibangun sepanjang 168.35 kilometer baik jalan desa/kelurahan, antar kecamatan maupun jalan perkebunan dan pertanian,” ungkap Tavif.
Dibidang kesehatan lanjut Tavif, dilakukan melalui pembangunan dan penggunaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) serta pembangunan 9 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan fasilitas pendukungnya. Kemudian peningkatan mutu pendidikan serta ditunjang sarana dan prasarana, bantuan kepada kelompok tani hingga santunan dana duka. “Ini merupakan prestasi membanggakan bagi daerah Mitra dan patut disyukuri. Dalam upaya percepatan pembangunan oleh bupati dan wakil bupati,” beber Tavif.
Senada dengan Tavif, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ronald Kandoli menyatakan sejumlah raihan pembangunan yang telah dicapai serta upaya peningkatan serta erubahannya melalui 4 rencana kerja pembangunan. “Pertama, peningkatan pembangunan infrastruktur. Kedua, peningkatan pendidikan. Ketiga, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kempat, tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Kandoli seraya membeberkan poin-poin dimaksud.
Sedangkan, momentum HUT Mitra XI menjadi ajang evaluasi, koreksi dan introspeksi ditahun terakhir sejak mendapatkan mandat sebagai pemimpin Mitra, atas capaian kerja yang dicapai. “Evaluasi ini untuk mengukur seberapa jauh capaian kinerja dan tanggung jawab yang diemban. Koreksi diperlukan karena adanya berbagai tantangan yang beragam sehingga kondisi lapangan tak sesuai dengan progran yang ditetapkan. Introspeksi diperlukan karena keterbasan kita sebagai manusia yang salah dan khilaf dalam memutuskan kebijakan dan menjalankan roda pemerintahan,” urai Kandoli.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Assisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Provinsi (Setprov) Sulawesi Utara (Sulut) Edison Humiang mewakili Gubernur, perwakilan bupati/wali kota se-Sulut, Forkopimda Mitra, jajaran pemkab, tokoh pemekaran Mitra serta sejumlah undangan yabg hadir. (recky korompis)


Komentar