Meiva Lintang

Ide Mendatangkan TKA ‘Lukai’ Kewibawaan Indonesia

Para tenaga kerja di Bumi Nyiur Melambai kans terancam. Itu menyusul kebijakan pemerintah membuka peluang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Indonesia. Gaung kritik menyembul dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut). Langkah ini dinilai mengurangi kewibawaaan negara di mata dunia.

Semprotan kritis itu ditegaskan Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Meiva Lintang. Ia menjelaskan, ketika semakin banyak TKA luar masuk ke Indonesia maka sangat menciderai citra bangsa Indonesia. Di mata dunia Indonesia bakal kehilangan kewibawaan. “Hal tersebut jelek di mata dunia bahwa ternyata Indonesia sangat mudah dan gampang tenaga kerja asing lalu lalang untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia,” tegasnya.

Apalagi menurut Meiva, sesuai data yang disimaknya dari sejumlah media massa, ada banyak tenaga kerja asing banjir di Indonesia, tanpa kejelasan administrasi. Harapannya, persoalan ini bisa ditanggapi serius pemerintah. “Saya baca banyak media, tenaga kerja asing banjir di Indonesia dengan ketidakjelasan kelangkapan administrasi,” tegas Lintang, Minggu (22/4), saat dihubungi harian ini.

Pihak pemerintah provinsi di Sulut diharapkan jeli memperhatikan masalah ini. Lewat dinas terkait perlu melakukan proteksi terhadap para pekerja lokal dengan adanya gelombang tenaga kerja asing. “Hal ini bagi saya harus diperhatikan dengan jeli oleh dinas terkait dan pemerintah Sulut serta Indonesia secara umum. Hal itu karena sangat mengancam tenaga kerja lokal. Pekerja lokal harus dilindungi,” terang politisi Partai Golongan Karya itu yang bakal berlaga di arena merebut kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia. (arfin tompodung)


Komentar