Peninjauan serta pemetaan lokasi pabrik Vodka dari bahan dasar Captikus, di Desa Kapitu, Amurang, oleh investor dari Jakarta, kemarin. Peninjauan itu didampingi Kadis PMPTSP Minsel, Franki Pasla.(foto: rul)

Investor Vodka Bangun Pabrik Captikus di Amurang


Perjuangan Bupati Minsel dan Dinas PMPTSP Berbuah Manis

 

Amurang, MS

Perjuangan Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Christiany Paruntu SE, di Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM-RI) berbuah manis. Belum sebulan Tetty

Membawa data potensi Kabupaten Minsel di BKPM-RI, investornya sudah datang. Malah, investor dari Jakarta itu langsung membangun industri minuman beralkohol berbanderol miliaran rupiah.

Kedatangan investor pembuat Vodka ini, membawa harapan baru bagi petani captikus di Minsel. Mereka tidak lagi kucing-kucingan untuk menjual produk industri tradisional tersebut. Sebab, telah ada perusahaan besar yang akan membeli produk captikus secara legal. "Saya memang terbeban dengan keluhan ribuan petani captikus. Oleh sebab itu saya hubungi BKPM RI dan teman-teman saya untuk berinvestasi di Minsel. Bertepatan, investor yang akan bangun pabrik Vodka itu adalah teman saya," jelas Christiany Paruntu SE, Bupati Minsel, Kamis (19/10) kemarin.

Dia berharap, kedatangan investor itu akan memberi harapan baru bagi warga Minsel. "Ini adalah berkat Tuhan. Manfaatkan setiap peluang yang diberikan Tuhan," ajak Tetty, sapaan akrabnya.

Sementara itu, tim Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), mendampingi investor yang akan mengolah captikus menjadi Vodka, meninjau lokasi tempat pembangunan pabrik. Saat peninjauan, mereka langsung melakukan pemetaan kantor dan penempatan alat pengolah. "Tadi, investor langsung membuat pemetaan lokasi yang akan dijadikan pabrik. Kebetulan bangunannya sudah ada," aku Franky Pasla SE, Kadis PMPTSP Minsel, Kamis (19/10) kemarin.

Dijelaskan Pasla, kedatangan investor tidak hanya meninjau lokasi, namun mereka akan segera action. Dalam bulan ini saja, semua peralatan untuk mengolah minuman beralkohol tinggi itu akan segera dipasang. "Jadi, dalam dua pekan ini semua peralatan sudah dikirim ke Minsel. Bahkan akan langsung dipasang," jelasnya.

Keberadaan pabrik pengolah captikus menjadi minuman kelas ekspor itu kata Pasla, akan memberikan keuntungan bagi warga Minsel, khususnya petani captikus. Sebab kata dia, mereka akan membeli bahan dasar captikus dengan harga tinggi. "Harganya pasti bersaing. Jadi ini akan memberikan keuntungan bagi warga Minsel," terang Pasla.

Kedatangan investor dari Jakarta ini tambah Pasla, berkat perjuangan Bupati Minsel Christiany Paruntu di Jakarta. "Bupati memang begitu getol memperjuangkan nasib para petani captikus Minsel, agar kesejahteraan keluarga mereka meningkat. Tidak hanya itu, bahkan masyarakat Minsel pada umumnya akan merasakan keuntungan dari keberadaan pabrik ini," pungkasnya.

Jauh hari sebelumnya, Bupati Minsel berjanji akan memperjuangkan nasib petani captikus Minsel. "Saya akan berupaya agar ada investor yang mau berinvestasi, mengolah bahan dasar captikus menjadi minuman beralkohol dengan kualitas internasional," kata Tetty, sapaan akrabnya.

Jika programnya ini terwujud, kata Tetty kala itu, akan berdampak pada peningkatan ekonomi warga Minsel. "Sekarang ini kan banyak petani captikus yang menjual produk mereka secara diam-diam. Ke depannya tidak lagi, karena penjualannya sudah legal. Mudah-mudahan akan segera terwujud," harapnya.(rul mantik)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado