Kekacauan penumpang di Bandara Sam Ratulangi, saat petugas mengamankan bungkusan yang diduga bom.(foto:doc)

Isu Bom Ancam Pariwisata Sulut, PT Angkasa Pura Diso

Manado, MS

Penemuan bungkusan yang diduga bom di Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi, Manado, dinilai telah mengguncang stabilitas ekonomi Bumi Nyiur Melambai. Sektor Pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) ikut kena imbas akibat temuan bungkusan yang ternyata alat tak berbahaya itu. Penghuni gedung cengkih ‘berkicau’, PT Angkasa Pura pun disorot.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Lucia Taroreh, menilai bahwa isu bom disengaja oleh oknum-oknum tertentu yang ingin merusak ekonomi di Sulut. Khususnya sektor pariwisata yang  getol diperjuangkan pemerintahan sekarang ini. “Ada orang-orang yang memang sengaja ingin merusak pariwisata di Sulut, dengan menyebarkan kabar-kabar ancaman bom yang ternyata hoax.  Dengan merebaknya teror bom, wisatawan berpikir lagi untuk datang ke Sulut,” papar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, saat acara hari ulang tahunnya ke-50.  

Soal insiden di Bandara Sam Ratulangi, Taroreh meminta supaya seluruh stakeholder dapat  berbenah.  Terutama PT Angkasa Pura selaku penanggung jawab. “PT Angkasa Pura harus berbenah, begitu juga seluruh maskapai  penerbangan,” ucap wakil rakyat daerah pemilihan Minahasa-Tomohon ini.

Secara khusus menyentil soal keamanan di Bandara Sam Ratulangi.  Seharusnya kata dia, petugas di Bandara tanggap dengan barang-barang yang aneh. “Jadi keamanan perlu ditingkatkan di sana (Bandara, red),” tegas personil komisi bidang kesejahteraan masyarakat di Dewan Provinsi (Deprov) ini.

Ia pun berharap, agar komisi di DPRD Sulut yang bermitra kerja dengan PT Angkasa Pura bisa memanggil mereka untuk melakukan rapat dengar pendapat. Sebab sebelumnya, juga terjadi dugaan tertukarnya  koper warga Langowan yang bekerja di Jepang. “Yah, saya harapkan mereka, komisi yang membidanginya akan memanggil hearing Angkasa Pura,” tukasnya.

Sebelumnya, legislator Sulut Teddy Kumaat, sempat mengkritisi PT Angkasa Pura untuk kasus dugaan tertukarnya koper milik warga Langowan yang bekerja di Jepang. Bahkan, Anggota Komisi III DPRD Sulut, Boy Tumiwa sempat menyatakan akan mengusulkan ke komisinya untuk memanggil hearing PT Angkasa Pura. (arfin tompodung)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado