Wakil Rakyat Minut, Lucky Kiolol tampak serius saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka HUT Minut ke-14.

‘Jaga dan Wariskan Nilai Budaya Warisan Leluhur’

Berbaju Adat Kawasaran, Lucky Kiolol Jadi Viral

 

Laporan: risky pogaga

Rumah rakyat bumi Klabat mendengung. Setiap mata ‘tersandera’ sosok berpakaian ksatria Minahasa. Lensa kamera ramai mengabadikan momen tak biasa itu. Sebuah bingkai yang diambil dari keramaian hari ulang tahun Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tersebut secepat kilat menyebar di dunia maya. 

Perhatian masyarakat maupun pejabat yang hadir pada rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam rangka ‘Hari Jadi’ Kabupaten Minut ke-14 tahun, Senin (20/11) kemarin, tertuju ke sosok Lucky Kiolol. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Minut itu hadir mengenakan pakaian adat Kawasaran.

Kiolol tampak ‘lain dari yang lain’ dengan pakaian serba merah itu. Dengan topi berparuh ‘uak’ simbol kehormatan seorang waraney (ksatria Minahasa) dan santi (senjata khas Minahasa) dalam genggaman, ia terlihat gagah.

Tak sedikit orang yang melontar apresiasi terhadapnya. “Pak Lucky tampil beda. Pantas saja jadi viral karena busana kawasaran yang dipakai. Ia satu-satunya anggota Dewan Minut yang menggunakan baju seperti itu,” ungkap salah satu ASN Minut yang hadir saat paripurna, kemarin.

Ketika ditanya apakah pakaian adat kawasaran itu memang sengaja dipilih, Lucky Kiolol mengaku jika dirinya memang sudah beberapa hari sebelumnya merencanakan menggunakan pakaian adat ini. Apalagi, sesuai agenda DPRD bahwa Paripurna Istimewa dalam rangka HUT Kabupaten Minut harus menggunakan pakaian adat.

“Maka dari itu saya menggunakan pakaian adat kawasaran. Tak disangka banyak yang mengajak foto,” tutur Kiolol sembari melempar senyum.

Memakai pakaian adat Kawasaran bukan dilakukan tanpa sadar. Semangat untuk menjaga nilai-nilai budaya warisan leluhur, jadi alasan Kiolol.

Politisi PDIP ini menegaskan, sebagai putra Minahasa Utara, harus menjaga dan melestarikan budaya yang ada. “Sudah saatnya sebagai tuama Minut kita harus menjaga nilai-nilai budaya yang ditanamkan para pendahulu, agar ke depan anak cucu kita dapat mengetahui sejarah dan perjuangan tuama Minut,” tandasnya. (**)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.