Kiri : Vicky Lumentut Kanan : James Sumendap

Jagokan JS, PDIP - Demokrat Kans Menyatu

Ratahan, MS

Pamor James Sumendap (JS) di pentas pemilihan kepala daerah (Pilkada) Minahasa Tenggara (Mitra) menjulang. Pentolan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sukses membawa kemajuan di Bumi Patokan Esa itu jadi incaran sederet partai politik (parpol).

 

Teranyar, Partai Demokrat dikabarkan ikut terpikat. Nama JS disebut masuk dalam bursa penjaringan calon bupati (cabup) di kubu 'Bintang Mercy'. Isu koalisi PDIP - Demokrat pun berhembus kencang. Sinyal penyatuan kekuatan dua parpol tersebut menguat ketika mekanisme Partai Demokrat memberikan 'hak istimewa' bagi cabup yang ditetapkan untuk menentukan sikap politik di Pilkada Mitra, termasuk berkoalisi.

 

Sebelumnya, penetapan cabup dilakukan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat dan segera direkomendasikan kepada para pimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) untuk ditindaklanjuti berdasarkan tahapan penjaringan yang telah dilakukan sesuai mekanisme partai.

 

Peluang JS terakomodir memang terbilang besar. Incumbent sekaligus sebagai Ketua DPC PDIP Mitra itu memiliki dukungan massa yang besar dan merata di Bumi Patokaan Esa.

 

Komunikasi para petinggi Demokrat maupun PDIP pun terbilang harmonis. Hal itu nampak pada Rabu kemarin. 'Pemegang mapatu' Partai Demokrat Sulawesi Utara (Sulut) Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) bersama Ketua DPC Demokrat Katrin Mokodaser, Sekretaris Nolly Langingi dan Bendahara Suryani Torah, berencana akan bertemu JS di Desa Rasi, Ratahan. Namun niat itu belum terwujud berhubung JS sedang ada tugas luar daerah.

 

“Kita berkomunikasi baik dengan pak Sumendap, baik saya dan ibu ketua (Demokrat Mitra), kita semualah,” ungkap GSVL dalam wawancara.

 

Menariknya, Walikota Manado itu tak menampik saat ditanya peluang Demokrat mengusung JS serta implikasinya untuk berkoalisi dengan PDIP. “Itu bisa saja, sebab yang ditetapkan cabup oleh DPP sebentar bisa melihat arah politik untuk melakukan koalisi. Kita berikan ruang untuk memilih siapa yang akan dipilih yang bersangkutan. Peluangnya terbuka lebar terlebih memang Demokrat Mitra diharuskan untuk berkoalisi, mengingat jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tak mencukupi,” ungkapnya.

 

Meski saat sekarang ini belum ada keputusan DPD dari pihak DPP namun telah melaksanakan semua tahapan mulai dari penjaringan yang hasilnya dikirim ke DPP. “Yang mendaftar kita lakukan kajian dan dikirim. Yang mendaftar ada Ibu Tjelly Tjanggulung, Pak James Sumendap, Remly Kandoli, Mecky Tumbelaka. Semuanya sudah dikirim dari DPC ke DPD dan DPP. Dan putusan finalnya ada di DPP termasuk DPC lainnya di Sulut,” beber GSVL yang tak lain merupakan Wali Kota Manado, kala menghadiri hajatan duka rekannya di wilayah Pasan.

 

Terkait pasangan yang berasal dari kader Demokrat, GSVL pun mengakui jika hal itu turut menjadi prioritas dengan pengecualian. “Namun saya tanya ibu ketua (Katrin) namun tak bersedia, demikian pula kader lain yang ingin maju dalam pilkada namun tak ada. Karena tak ada, kita buka peluang untuk masyarakat yang diminati dan nantinya diputuskan oleh DPP. Kalaupun kader ketika menyatakan minat, harus dicek, dilihat apakah elektabilitasnya bagus atau bagaimana. Jalannya sosialisasi. Tapi kalau ada kader luar partai yang ingin bergabung dan memiliki elektabilitas baik, yah dipersilahkan,” beber GSVL.

 

Katrin sendiri ketika dimintai keterangannya menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai terkait pencalonan maupun koalisi partai dalam pilkada kali ini. “Kita tentu menghormati aturan dan mekanisme yang berlaku. Kita lihat saja nanti seperti apa. Yang pasti kita terus menjalin hubungan baik dengan partai penghuni DPRD yang ada di Mitra, dalam hal koalisi,” kata Katrin yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Mitra itu. (recky korompis)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.