Suriansyah Korompot

‘Jangan Gadaikan Bolmut Dengan Isu Sara’

KONSTELASI politik jelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), kembali terusik. Berkembangnya isu Suku, Agama, Ras dan Golongan (Sara), yang diduga dimainkan oleh sekelompok oknum pendukung bakal calon, jadi penyulut. 

Hajatan demokrasi rakyat, yang seyogianya menjadi pesta kegembiraan bagi warga di wilayah bekas Kerajaan Kaidipang Besar dan Bintauna itu, kini dikabarkan mulai mengarah ke perpecahan.

Mengamati fenomena politik yang mulai mengancam keutuhan daerah tersebut, Wakil Bupati Bolmut, Suriansyah Korompot, lagi-lagi angkat suara. Ia kembali mengingatkan kepada warga, utamanya pendukung pasangan calon (paslon) yang akan bertarung di Pilbup, untuk menghindari kampanye yang mengangkat isu-isu Sara yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat.

“Saya mengajak kepada seluruh kandidat, tim sukses maupun para pendukung masing-masing bakal calon bupati maupun wakil bupati untuk menghindari kampanye hitam, apalagi yang menjurus ke isu Sara,” pinta Korompot.

Menurutnya jangan hanya persoalan keinginan untuk menang, kemudian mengorbankan kepentingan masyarakat Bolmut. “Masyarakat kita telah lama hidup damai dan sentosa dalam keberagaman. Jadi jangan rusak dengan kepentingan sesaat,” lugasnya.

“Mari kita jaga kebersamaan dan keberagaman yang telah terjalin harmonis ini. Jangan gadaikan daerah kita dengan isu isu Sara yang bisa merusak tali silahturahmi dan persaudaraan kita. Biarlah perbedaan pilihan menjadikan kita menjadi lebih dewasa dalam berpolitik,” sambungnya.

Korompot pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Pilbup dengan hati yang gembira. “Kita jadikan Pilbup Bolmut menjadi pesta demokrasi yang berkualitas dan berintegritas,” tandasnya.

Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN), Bolmut Abdul Eba Nani, yang juga tim sukses pasangan calon, Karel Bangko-Arman Lumoto, menjamin tidak akan menjadikan isu Sara sebagai komoditas kampanye.

“Kami jamin hal-hal tersebut tidak akan pernah ada. Sebab kita semua masyarakat Bolmut adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Yang akan kita kampanyekan adalah visi dan misi paslon kami untuk membangun Bolmut menjadi lebih baik,” tegas Nani.

 

Senada dilontarkan, Salim bin Abdullah, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bolmut yang menjadi pendukung Depri Pontoh-Amin Lasena. “Kami mengharamkan adanya kampanye-kampanye yang bertujuan untuk membelah persatuan dan kesatuan masyarakat Bolmut. Mari sama-sama menawarkan visi dan misi yang jelas kepada masyarakat, dan bukan sebaliknya membawa isu-isu yang bisa memecah persatuan dan kesatuan,” tandas Abdullah.

Terpisah pengamat politik Bolmut,  Muhammad Kalonta, menilai penggunaan  isu sara di Pilkada Bolmut hanya akan mengantarkan kandidat pada kekalahan. Sebab Bolmut merupakan satu daerah yang masyarakatnya sangat menjunjung tinggi persatuan dan keberagaman.

“Saya optimis para kandidat tidak akan menggunakan isu Sara dalam Pilkada Bolmut. Karena itu sama saja dengan mengantarkan kekalahan bagi kandidat yang mengangkat isu seperti itu (Sara, red),” tanggapnya.

“Masyarakat Bolmut sudah cerdas. Tau mana isu yang menjerumuskan dan yang mendidik. Warga pun tau menilai mana pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dengan yang mengutamakan kepentingan rakyat,” paparnya.

Meski begitu, Kalonta meminta pihak penyelenggara Pilbup khususnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) bersama dengan Panwaslu, untuk bersikap tegas bila mendapati ada oknum pendukung yang kedapatan melakukan kampanye dengan menggunakan isu Sara.

 

Sebab isu SARA dinilai menjadi momok paling berbahaya dalam memelihara keutuhan daerah. “Apalagi sekarang banyak kelompok yang memanfaatkan kecanggihan media sosial untuk menyebar propaganda. Baik berupa narasi kekerasan, ujaran kebencian, maupun hoax,” paparnya..

“KPUD dan Panwaslu harus proaktif. Kan sudah ada undang-undanganya. Kalau ada indikasi SARA baik melalui dunia maya, media sosial atau bahkan yang terjadi langsung di lapangan harus langsung bisa disikapi. Proses secara hukum dan jangan dibiarkan. Supaya tidak akan ada lagi isu-isu Sara yang dapat memecah belah tali persaudaraan di Bolmut," kuncinya. (nanang kasim)


Komentar