Jawab Persoalan Kurangnya Apoteker


Unsrat dan RSUP Kandou Teken MoU

 

Manado, MS

Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado ‘makin langgeng’. Kedua belah pihak bersepakat menyelaraskan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Pernyataan kedua belah pihak lewat dokumen legal yang ditandatangani, Rektor Unsrat Prof Dr Ir Ellen J Kumaat MSc DEA dan Direktur RSUP Prof Dr RD Kandou, dr Maxi R Rondonuwu, Selasa (21/2). Kumaat mengatakan, dalam kerja sama lanjutan ini, Unsrat akan membuka program Profesi Apoteker. "Tren sekarang ini, program-program yang mengarah ke medis lagi naik. Kita melihat sekarang ini bagaimana FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) mempunyai mahasiswa yang begitu banyak,” kata Kumaat.

Lanjutnya, program Farmasi yang masih program studi (prodi), Unsrat berencana untuk terus meningkatkannya menjadi fakultas. “Unsrat akan terus mengembangkan diri dan mengembangkan prodi-prodi yang ada sehingga makin banyak mahasiswa bisa masuk ke Unsrat," kata Rektor, seraya berharap kerja sama dengan RSUP Kandou akan sangat membantu Unsrat.

Sementara, Rondonuwu dalam sambutannya menyatakan, kerja sama ini harus ada payung hukumnya antara Unsrat dengan RS Kandou. "Masalah tenaga apoteker yang ada di Sulut (Sulawesi Utara) sangat memprihatinkan. Syarat rumah sakit menjadi penetapan kelas ke arah yang lebih baik, harus banyak tenaga apotekernya,” jelas Rondonuwu.

“Rumah Sakit Kandou sampai saat ini belum cukup tenaga apoteker, bahkan sampai Indonesia Timur," ujar Maron sapaan populisnya dan menambahkan, kerja sama ini sangat baik dilakukan, untuk itu RSUP Prof Dr RD Kandou mendorong Unsrat memiliki Rumah Sakit Pendidikan. (sonny dinar/arfin tompodung)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado