Bobby Ruswin

JPU Minta Hadirkan Saksi Bupati Minut

Panggilan Kedua Sidang Korupsi Pemecah Ombak

Manado, MS

"Bola panas" perkara korupsi pemecah ombak Minahasa Utara (Minut), bergulir liar. Sejumlah pejabat dan orang penting lainnya, ikut terseret kasus heboh itu. Kini, bola panas menyerempet Bupati Minut, Vonnie Panambunan. 

Kamis (17/5) hari ini, sidang kasus korupsi itu akan digelar. Hal ini diungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bobby Ruswin. Dia mengatakan, dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi, pihaknya akan menghadirkan 5 orang saksi. Salah satu saksi di antara kelima orang itu adalah Bupati Minut Vonie Anneke Panambunan. 

“Iya besok akan kita panggil 5 saksi. Ibu Bupati Vonie, Alex Panambunan, Seon, Junjungan Tambunan, dan Mike,” beber Ruswin.

Dia menambahkan, dalam sidang sebelumnya, JPU sudah memanggil oknum Bupati tersebut. Namun yang bersangkutan berhalangan karena tugas luar kota. “Esok panggilan kedua,” tambah  Jaksa yang sarat prestasi ini.

Sementara itu, Hakim Juru Bicara (Jubir) Vincentius Banar, saat dikonfirmasi, membenarkan informasi JPU. 

“Agenda sidang lanjutan, Kamis (hari ini, red), dengan saksi dari JPU,” kata Banar yang juga adalah Ketua Majelis Hakim dalam perkara ini. 

Diketahui, proyek pemecah ombak di Desa Likupang Dua, Kabupaten Minut ini, sumber dananya berasal dari pos anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan banderol Rp 15 milliar. Dalam pelaksanaannya, dana tersebut diduga kuat telah diselewengkan oknum-oknum tertentu sehingga menurut dakwaan JPU telah terjadi kerugian negara sebanyak Rp 8,8 milliar lebih.

Tak hanya itu, selain pengerjaan tak sesuai bestek. Terkuak pula kalau penggunaan dana ternyata salah sasaran. Sebab, permintaan dana siap pakai yang diajukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut ke BNPB, yang menitik beratkan pada bencana, faktanya justru berbeda.

Dalam kasus ini penyidik Kejati Sulut telah menyeret lebih dulu tiga orang terdakwa, yakni Rosa, Stevenson, dan Robby ke proses meja hijau. Kejati Sulut juga telah menetapkan oknum Direktur Tanggap Darurat BNPB, JT alias Tambunan sebagai tersangka.

Sebagaimana telah didakwa JPU dengan bersandar pada pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Jo pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 pasal 55 ayat 1 KUHpidana.(tr-2)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.