JWS Siap Lapor Balik Kompol Dessy

Sengketa tanah antara Kompol Dessy Hamang dan Jantje Wowiling Sajow (JWS), makin panas. Laporan dugaan penyerobotan yang dilayangkan Dessy ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), tak membuat Bupati Minahasa itu gentar. Malah, JWS mengancam akan melakukan 'serangan' balik.

Dikonfirmasi Media Sulut, Kamis (15/6) kemarin, JWS menampik tuduhan telah melakukan penyerobotan lahan, yang berlokasi di Desa Koka, Kecamatan Tombulu, Minahasa. Malah sebaliknya, dia menduga telah terjadi pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh oknum polisi Dessy Hamang bersama mantan Hukum Tua Desa Koka. Dugaan pemalsuan dokumen tanah yang dimaksud yaitu Akta Jual Beli (AJB) serta register tanah desa.

"Mereka berdua sudah melakukan pemalsuan dokumen jual beli tanah milik JWS, dan saya akan tuntut itu di pengadilan,” tegasnya.

JWS mengaku memiliki sejumlah besar tanah. Malah kata dia, ada beberapa hektar yang akan dihibahkan untuk pembangunan GOR di Langowan.

"Jadi mana mungkin saya mau menyerobot tanah milik orang lain. Saya biasa memberikan tanah bukan menyerobot. Kalau soal pemagaran, itu saya lakukan karena tanah itu milik saya pribadi," imbuhnya.

“Mungkin karena pelapor adalah anggota polisi, lantas boleh seenaknya melakukan penyorobotan tanah milik orang. Yang bersangkutan itu telah merusak citra institusi kepolisian," tandasnya.

Diketahui, pada Rabu (14/6) lalu, Kompol Dessy Hamang melaporkan JWS atas kasus dugaan penyerobotan lahan di Desa Koka, dengan nomor laporan STTLP/443.a/6/2017/SPKT.

Pelapor yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda itu mengaku keberatan dengan sikap atau perbuatan yang dilakukan terlapor, membuat pagar pengaman di lahan miliknya.

‘’Lahan itu saya beli. Bukan minta. Beli pakai duit, dia kok seenaknya main pagar. Saya keberatan dong, jadi saya lapor,’’ jelas Dessy.

Dari penuturannya, aksi pemagaran tersebut dilakukan oleh orang suruhan terlapor, Selasa (13/6), sekitar pukul 11.00 WITA, hingga pukul 12.00 WITA. ‘’Saya punya bukti fotonya dimana orang suruhan terlapor membuat pagar di lahan saya,’’ tambahnya.

"Saya berani melaporkan persoalan ini karena saya mempunyai cukup bukti. Sertifikat tanah itu ada pada saya, ada juga akte jual beli dan itu ditandatangani langsung oleh terlapor dan istrinya,’’ jelasnya. (jackson kewas)

Banner Media Sulut

Komentar