Kalah Kasasi, KPK Bayar Uang Konsinyasi

Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memberikan uang konsinyasi sebesar Rp 100 juta kepada Syarifuddin Umar, mantan terpidana kasus suap. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu, pada 2013 mengajukan pra-peradilan karenamenganggap penangkapan dirinya oleh KPK melanggar hukum. Mahkamah Agung kemudian memenangkan gugatan itu.

 "Saya butuh uang, tapi saya tidak perlukan uang ini," kata Syarifuddin, setelah menerima cek itu dari Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/8).

Menurut Syarifuddin, KPK telah melakukan kriminalisasi terhadap dirinya, dengan memalsukan keterangan. Dia juga berujar bahwa KPK telah memalsukan suaranya sebagai alat bukti. "Suara saja bisa dipalsu, itulah saya ajukan gugatan dan terbukti, dan ini penyerahan uang, juga bukan mengakhiri masalah, justru menimbulkan masalah," katanya.

Pada 2012, Syarifuddin Umar dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider empat bulan kurungan. Ia dinilai majelis hakim tindak pidana korupsi terbukti menerima suap dari kurator PT Skycamping Indonesia, Puguh Wirawan, sebesar Rp 250 juta. Namun saat ini dia sudah bebas.

Syarifuddin kemudian mempraperadilankan KPK atas penangkapan itu karena menganggap KPK semena-mena. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan lalu memenangkan gugatan Syarifuddin dengan menyatakan, penyitaan yang dilakukan KPK tidak sah karena tanpa surat penggeledahan.

Setelah kemenangannya itu, Syarifuddin mengatakan bahwa ia akan membantu Pansus KPK DPR. "Setelah datang hari ini, maka saya akan ke Pansus, saya akan bongkar seluruh rekayasa kasus, untuk kriminalisasi, yang penuh konspirasi jahat," ujarnya.

Dengan kalahnya KPK dalam kasasi yang diputuskan oleh Mahkamah Agung 2014 silam, Syarifuddin berujar, KPK telah merugikan negara. "Menurut saya, sepanjang dia menjalankan undang-undang, menggunakan keuangan negara, maka dia adalah pemerintah dalam arti luas," katanya.

Kasus Syarifuddin Umar sendiri berawal dari kasus suap kepailitan PT Skycamping Indonesia (SCI). Dalam kasus itu, selain mantan hakim Syarifuddin, kurator Puguh Wirawan juga ditetapkan sebagai terpidana.(tmp)

 

Banner Media Sulut

Komentar