Kandou saat mendaftar di Sekretariat Panitia, akhir pekan lalu.

Kandou Maju Bacarek Unsrat

Manado, MS

Bursa Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) makin ramai. Tahapan telah dibuka, satu persatu wajah Bacarek bermunculan. Salah satunya Prof DR dr Grace Debbie Kandou MKes. Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini secara resmi menyatakan maju.

Dengan mengenakan batik hijau corak kuning keemasan, Kandou mendatangi Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor di gedung rektorat, Jumat (9/2) akhir pekan lalu. Tampak, Kandou didampingi para Wakil Dekan (WD) FKM. Juga turut didampingi koordinator tim Prof Dr Ir Jantje Pelealu yang diketahui saat ini menjabat Dekan Fakultas Pertanian bersama WD I Fakultas Hukum (FH) Dr Rafli Pinasang, selaku konsultan hukum tim.

"Sebagai warga civitas akademik Unsrat, saya akan maju. Tentu dengan berbagai persyaratan harus dipenuhi jika kita sebagai calon ingin maju. Sebelumnya, saya sudah ambil formulir pendaftaran di sekretariat panitia Pilrek (Pemilihan Rektor)," ucap Kandou, usai pendaftaran kepada Media Sulut.

Setelah resmi Bacarek, Kandou mengaku saat ini sedang menyiapkan segala sesuatu agar proses maju dirinya berjalan lancar. "Tiap kandidat mengembangkan sendiri, termasuk saya. Untuk motivasi yang pasti ada rasa terpanggil dengan melihat kenyataan yang ada. Hal-hal yang menurut kita ingin dirubah. Artinya, ada banyak hal yang bagus tapi ada banyak hal yang juga memotivasi kita untuk diperbaiki. Pendaftaran puji Tuhan lancar," tutur Kandou.

Lebih lanjut dijelaskan, menghadapi tahapan Calon Rektor (Carek) Unsrat yang puncak pemilihannya pada tanggal 2 sampai dengan 13 April 2018, dirinya sudah menyiapkan program-program untuk memajukan universitas terbesar dan kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) ini. Menurutnya, kepandaian di bidang pendidikan saja belum cukup, tanpa bekal moral dan karakter yang kuat.

  "Pendidikan berkarakter penting bagi mahasiwa sebagai generasi penerus bangsa juga calon pemimpin bangsa ini kelak. Perlu ada pendidikan karakter yang bagus supaya mereka bisa ditangkal/dicegah dari ancaman seperti narkoba, radikalisme dan separatisme," ujar Kandou.

Di satu sisi diakuinya, dukungan dirinya untuk maju Calon Rektor terus berdatangan. Namu sisi lain, aroma ketidaksukaan ia maju mulai terlihat. Bahkan disayangkan, ada oknum yang meminta dirinya untuk mundur dari pencalonan. Maklum, dekan termuda di Unsrat ini dinilai 'kuda hitam' dalam pertarungan Pilrek kali ini.

"Sebagai seorang pelayan Tuhan, saya selalu mengandalkan-Nya dalam segala hal, termasuk ikut Pilrek ini. Jika diperkenankan oleh Tuhan menjadi Rektor, saya akan amanatkan untuk membangun Unsrat lebih baik lagi ke depan, sesuai visi Unsrat. Tapi jika belum diperkenankan, saya kembali ke tugas asal saya sebagai seorang akademisi. Jadi sebenarnya tidak perlu dipersoalkan. Mengalir saja," tutup Kandou. (sonny dinar)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado