Kapolri Warning Waskito Cs Soal Pengamanan Natal

PERAYAAN Natal mendapat perhatian khusus Kapolri Tito Karnavian. Bahkan, sanksi tegas berupa pencopotan akan diberikan bagi jajarannya, jika tidak melakukan pembersihan terhadap copet, jambret dan preman jelang hari raya umat kristiani tersebut.

"Saya sudah kumpulkan semua Kapolda. Kerawanan yang utama yang kami waspadai adalah terorisme," kata Tito seusai mengikuti rapat kabinet paripurna di Istana Bogor.

Menurut dia, kerawanan kejahatan konvensional, misalnya copet, jambret harus diseriusi. Untuk soal ini, Tito mengaku telah memerintahkan pada para Kapolda dan Kapolsek untuk membersihkan preman, calo, tukang bius, yang berada di bandara, pelabuhan, maupun stasiun. Semua tempat-tempat itu harus bersih dari preman-preman mulai Rabu ini.

"Itu perintah saya. Bersihkan pelabuhan, bandara, stasiun dari calo, copet, jambret, tukang todong, tukang bius, segala macam. Bersihkan. Yang enggak bisa bersihkan, ya, saya copot," kata Tito.

Selanjutnya, pengamanan kegiatan-kegiatan keagamaan. Tito Karnavian menegaskan tidak boleh ada kegiatan sweeping. Jika ada pelanggaran, maka yang dilakukan adalah penegakan hukum.

Menurut Jenderal bintang empat itu, kerawanan lain yang harus diwaspadai adalah arus mudik dan arus balik. Ini dilakukan karena masa liburan Natal dan Tahun Baru lumayan panjang. Polri akan menggunakan pola yang persis sama seperti penanganan arus mudik dan arus balik pada Lebaran lalu. Pihaknya telah berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait untuk mengantisipasi arus mudik dan balik, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan serta Pertamina.

Kemudian masalah sembako. Polri akan menjaga agar jangan terjadi penimbunan bahan pangan yang akan membabani masyarakat. Upaya ini dilakukan agar stabilitas harga terjaga dan inflasi bisa ditekan. Untuk hal ini, Tito mengaku akan mengadakan rapat koordinasi bersama Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian pada Senin atau Selasa pekan depan. "Ini untuk menekan jangan sampai terjadi penimbunan, mafia-mafia. Ini kami akan sikat," ujar Tito.

Ditambahkan Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian RI (Polri) Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, terorisme tetap menjadi ancaman menjelang dan saat perayaan Natal dan tahun baru. "Beberapa perkiraan tetap kami antisipasilah. Tapi kami enggak akan menyatakan kami menyiapkan Densus di sini, di sini, di sini. Tapi menjadi ancaman," kata Setyo saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/12).

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito mengakui, akan melakukan pengamanan berlapis jelang Natal dan Tahun Baru. “Memang, situasi di Sulut saat ini sementara aman dan terkendali. Namun, kami tetap siaga untuk mencegah setiap gangguan atau kerawanan yang berpeluang muncul,” kunci Waskito, belum lama.(tmp/tim ms)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado