KASDA ONLINE DISOAL

Tidak Maksimal, BSG Dituding Lepas Tangan

 

Boroko, MS

Pengoperasian Kas Daerah oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) secara Online (Kasda-Online) baru-baru ini disoal. Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Bolmut menuding jika komitmen Bank Sulut Gorontalo (BSG), dalam bekerja sama meningkatkan pengelolaan keuangan di Bolmut, melalui program aplikasi Kasda online mulai dipertanyakan karena tidak optimal.

“Sejauh ini yang kami ketahui penerapan aplikasi tersebut di lingkungan Pemkab Bolmut, sudah diresmikan oleh pihak Bank SulutGo pusat. Namun sayangnya hal tersebut tak ditindaklanjuti oleh pihak Bank SulutGo yang ada di sini (Bolmut, red), ini dibuktikan lewat pengimputan atas pembayaran Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D), pada bank tersebut masih menggunakan system manual,” ujar senjumlah ASN yang namanya enggan dikorankan.

Menurut mereka, dengan adanya penerapan aplikasi Kasda Online ini, pada prinsipnya untuk menunjang penerbitan SP2D yang tidak perlu lagi ditunggu, akan tetapi melalui prosedur yang telah dirancang bahwa nilai yang tercantum dalam SP2D tersebut dengan limit waktu kurang dari 3 menit setelah SP2D diterbitkan, maka melalui proses cash management system atau kasda online, uang tersebut masuk dalam rekening pihak penerima baik bendahara pengeluaran maupun pihak ketiga. “Sederhananya pihak Bank SulutGo di Boroko, terkesan hanya lepas tangan saja soal penerapan aplikasi tersebut. Akibatnya pihak BPKD Bolmut, hanya bisa sampai pada penerbitan SP2D saja, tidak sampai pada pengimputan pembayaran pada bendahara maupun pihak ketiga, padahal itu sudah menjadi tanggungjawab bank yang bersangkutan, jika tidak siap menggunakan aplikasi tersebut, kami harap pemerintah daerah bisa mencari bank lain saja yang lebih siap untuk bekerja sama menerapakan aplikasi tersebut,” tukas para ASN Bolmut ini.

Ditemui secara terpisah Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Bolmut Leopold Dalope, melalui Sirajudin Lasena Sekretaris BPKD mengatakan bahwa persoalan tersebut sudah disampaikan oleh pemerintah memalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Bolmut, kepada pihak Bank SulutGo Pusat. “Persoalan ini, sudah disampaikan, ke pihak bank yang bersangkutan namun hingga saat ini, belum ada langkah tindaklanjutnya,” pungkas Lasena.

Sementara itu Kepala Cabang (Kacab) BSG di Boroko, Jummy Roboth, ketika dikonfirmasi para awak media, sedang tidak berada di tempat, meski kendaraan dinasnya tengah terparkir rapi di depan kantor.

“Ibu kacab sedang tidak berada di tempat, sedang keluar,” kata sejumlah Karyawan Cabang Bank SulutGo di Boroko. (Nanang Kasim)

Banner Media Sulut

Komentar