Kasus DBD ‘Serang’ Talaud

Publik negeri Porodisa waspada. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang. Anak-anak jadi sasaran. Langkah serius pun dipacu instansi terkait.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, Fransina Awaeh mengungkapkan, pada bulan Mei lalu instansinya kembali menemukan 6 kasus DBD di Kecamatan Melonguane, tepatnya di Kelurahan  Melonguane Timur dan Melonguane Barat.

Kebanyakan yang terserang penyakit tersebut adalah anak usia dini, di bawah enam tahun, yakni anak sekolah dan balita. Saat ini para pasien tersebut sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Mala.

Terkait asal atau sumber penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aides aigepty ini, Awaeh mengungkapkan tim survei lance masih melakukan penyelidikan epidemologi guna memastikan apakah ini kasus impor ataukah dari lingkungan sekitar.

"Laporan DBD masuk ke kami, seterusnya kami Verifikasi. Dilanjutkan dengan penyelidikan epidomologi untuk menentukan tindakan selanjutnya. Kita masih menunggu laporan epidemologi yang rencananya masuk hari ini. Dari enam pasien yang positif DBD, satu anak bernama Jil Larenggam hari ini sudah boleh pulang tapi masih harus melakukan rawat jalan," ujar Awaeh, Rabu (6/6).

Sebagai langkah awal mencegah proses penularan dan perkembangbiakan jentik nyamuk aides aigepty, kepada masyarakat diimbau untuk melakukan gerakan 3 M Plus. Menutup bak air, menguras bak mandi, mengubur kaleng bekas atau wadah yang dapat menampung air, serta memakai anti nyamuk dan kelambu saat tidur.

"Kalau hasil laporan lisan sementara, dari 10 rumah yang dijadikan sampel dari titik fokus kasus, ditemukan positif jentik. Dalam waktu dekat, pemerintah dan masyarakat Melonguane akan melakukan kerja bakti massal membersihkan lingkungan sekitar, khususnya di wilayah ditemukannya kasus DBD," kuncinya. (jos tumimbang)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.