Ibrahim Tompo

Kasus Penembakan Warga Karondoran Masih Misteri

Polda Sulut Jamin Usut Tuntas

 

Manado, MS

Tanda tanya publik terkait kasus penembakan terhadap warga Karondoran Kecamatan Langowan Timur, kian mengencang. Pengusutan perkara yang sementara ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) itu, dinilai jalan di tempat. Kecurigaan terhadap aparat yang diduga melindungi oknum pelaku, ikut tercium.

"Polisi memang sempat menawarkan sesuatu sebagai wujud permohonan maaf kepada keluarga korban. Namun ada sedikit polemik di tengah keluarga. Banyak keluarga yang tetap mendorong agar kasus ini diungkap tuntas," ungkap sumber yang enggan namanya dikorankan.

Sementara itu, merebaknya polemik kasus ini menyulut reaksi petinggi Korps Bhayangkara Nyiur Melambai. Juru Bicara (Jubir) Polda Sulut, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Ibrahim Tompo menegaskan, proses tersebut tetap akan dilanjutkan dan belum ada penghentian. "Kasus tersebut masih berjalan. Sampai saat ini prosesnya masih dalam penyelidikan," terang Tompo, di ruang kerjanya, Senin (18/7).

Kasus ini masih ditelusuri lebih lanjut. Baik dari pelaku, korban, hingga kronologis kejadian yang terjadi saat itu. "Kami masih menelusuri serta mendalami lebih lanjut kasus ini, hingga kami masih berada dalam tahap penyelidikan," jelas Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulut itu.

Menurut dia, pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan perkara ini. "Jika kasus ini tidak selesai. Maka ini akan menjadi hutang bagi kami. Kami selalu berkomitmen untuk tetap menuntaskan kasus yang kami tangani dengan cepat dan tepat," aku Tompo.

Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulut, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Refli Andri menjelaskan,  kasus tersebut bukanlah penembakan. "Itu bukan penembakan, kata siapa itu penembakan," sebutnya.

“Itu sudah kita lakukan pendalamanan serta pengolaha TKP. Sudah kita sampaikan pada pihak keluarga, Hukum Tua, siapa yang melakukan sesuatu dan bagaimana suasana saat itu," ungkap Refly, belum lama.

Sebagai wujud keseriusan dalam menangani perkara ini, kata dia, pihaknya sudah melakukan pendalaman lebih lanjut terkait berapa ledakan yang terjadi. "Kita sudah dalami berapa ledakan yang terjadi, kira-kira peluru siapa yang mengenakan siapa, itu kan proyekternya ngak ketemu. Tetapi berdasarkan penilaian dan analisa kita. Bahwa peluru itu berasal dari senjata siapa, itu yang akan didalami," imbuhnya.

Saat disinggung apakah kasus ini sudah ada tersangka, Wakapolda menjelaskan, pihaknya belum bisa mengatakan langsung tersangka. "Kita tidak bisa mengatakan langsung tersangka. Tetapi dugaan kita berdasarkan analisa dan informasi dan pengolahan TKP. Begitu juga dari pemahaman yang kita lakukan kepada senjata yang digunakan. Demikian juga suasana saat itu seperti apa. Itu sudah kita pelajari dan dalami dan itu sudah kita tentukan," tandasnya.

Diketahui, Verona diduga telah ditembak salah satu oknum polisi yang bertugas di Polsek Langowan. Penembakan itu terjadi, Selasa (4/4), ketika terjadi pertikaian antara pemuda Desa Karondoran dan Desa Sumarayar. Dugaan masyarakat, penembakan telah dilakukan tanpa mengikuti prosedur yang ada. Pasalnya, mereka hanya mendengar tiga kali suara tembakan. Ditengarai, pada tembakan ketiga, timah panas diarahkan ke tubuh Verona. Menariknya, peristiwa ini terindikasi memicu perombakan kabinet di jajaran Polres Minahasa. Beberapa personil pun ikut kena rolling jabatan.(rhendy/ jackson)

 


Komentar