Kasus Rabies di Minahasa Kronis

Tondano, MS

Tingkat kerawanan rabies di wilayah Minahasa masuk fase mengkhawatirkan. Ini menjadi warning khusus bagi masyarakat. Apalagi daerah ini masuk dalam kategori endemik rabies diantara sejumkah daerah lainnya di Sulawesi Utara.

"Masyarakat harus mewaspadai penyakit rabies, karena ini tergolong penyakit mematikan yang jika positif belum ada obatnya," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Minahasa, Ir Suhban Torar.

Pemerintah di tingkat kecamatan sampai desa dan kelurahan diminta pro aktif bersinergi dengan instansinya. Karena untuk menangani rabies di suatu wilayah, sebaiknya jika sama sekali belum ada virus.

"Inilah gunanya vaksinasi. Kalau virusnya sudah menyebar kudian baru dilakukan vaksinasi atau penyuntikan hewan penular rabies, itu namanya sudah terlambat satu langkah," ujar Torar.

Dikatakan Torar, saat ini petugas vaksinasi dari Dinas Pertanian melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan sementara berada di lapangan melakukan vaksinasi.

"Ketika hewan penular rabies disuntik, harus dikarantina selama dua pekan. Kalau dalam darah hewan tersebut telah ada virus rabies, pasti hewannya akan mati. Tapi kalau setelah dua pelan hewan tersebut tidak mati, berarti sehat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Frankie Polii mengatakan kalau mereka melakukan vaksinasi untuk 25 kecamatan di Kabupaten Minahasa yang memiliki 227 desa dan 43 kelurahan. Karena itu, dibandingkan dengan jumlah personil yang sedikit, pasti memakan waktu yang lama.

"Karena itu, jika ada wilayah yang mendesak untuk segera dilakukan vaksinasi, silahkan datang melapor. Dan akan segera kami tindaklanjuti supaya bisa secepatnya dikendalikan," umat Polii. (jackson kewas)

Komentar