Pendeta Dr Augustien Kapahang-Kaunang MTh

Kaunang Kans Calon Ketua BPMS GMIM

Manado, MS

Pendeta Dr Augustien Kapahang-Kaunang MTh, punya peluang sebagai calon Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) periode 2018-2020. Ini bukan tidak mendasar. Sesuai hasil jajak pendapat aspirasi warga GMIM, perempuan Minahasa tersebut memiliki posisi teratas.

Jajak pendapat itu merupakan insiatif, Sovian Lawendatu, selaku admin group transformasi GMIM (GTG) di media sosial facebook yang dimulai sejak, Senin (19/6) pukul 10.12 WITA hingga, Selasa (20/6) pukul 10.12 WITA kemarin. Di situ tersaji ragam aspirasi warga GMIM mengenai figur-figur yang paling layak menjadi Ketua BPMS GMIM periode 2018–2022. “Sebagaimana diketahui, ada empat figur yang kami ajukan untuk menjaring aspirasi warga GMIM tersebut yakni Pendeta Dr Augustien Kaunang MTh (AK) adalah dosen senior UKIT (Universitas Kristen Indonesia Tomohon), Pendeta Dr Hendry Runtuwene MSi  (HR) selaku Sekretaris BPMS, Pendeta Dr Hein Arina MTh (AH) adalah wakil ketua BPMS, Pendeta David Tulaar ThM (DT) adalah mantan TUG (tenaga utusan gereja) di GMIM,” kata Lawendatu, kemarin.  

Dari 100 orang warga GMIM yang menjadi responden jajak pendapat tersebut, figur nomor 1 AK memperoleh suara terbanyak 83 persen. “Selengkapnya hasil jajak pendapat itu adalah, figur nomor 1 AK mendapat  83 suara atau 83 persen, figur nomor 2 HR 10 suara atau 10 persen, figur nomor 3 AH mendapat  4 suara atau 4 persen dan figur nomor 4 DT mendapat 3 suara atau 3 persen,” urai Sovian.

Menurutnya, 100 orang peserta jajak pendapat ini belum bisa mewakili atau tidak dapat dijadikan sampel GTG yang populasi anggotanya sekitar 19 ribu orang. Artinya itu bukan aspirasi GTG sebab sampel yang ajek minimal 10% dari populasi. “Meskipun demikian, hasil jajak pendapat itu sebaiknya dipertimbangkan oleh para peserta SMS sebagai pemilih BPMS periode 2018-2022 sebab hal itu  merupakan aspirasi warga GMIM sebagai milik Tuhan,” paparnya.  

“Kepada 100 orang anggota GTG yang menjadi responden, kami mengucapkan terima kasih. Kepada mereka yang cuma 'komen doang', terima kasih kami ‘ditunda’. hehehe. Salam Transformasi!,” kuncinya. (tim ms)

Banner Media Sulut

Komentar