Suasana rapat DPW PAN Sulut terkait masalah Tim Sukses Kolom Kosong Mitra di Hotel Swissbell Manado, kemarin. (IST)

Kecewakan PAN, VR Direkomendasikan Diganti

 Ratahan, MS

Pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Minahasa Tenggara (Mitra) Vanda Rantung (VR), harus berujung terhadap rekomendasi penggantiannya sebagai pimpinan partai. Hal ini mengundang kekecewaan dikalangan kader PAN yang akhirnya merekomendasikan VR untuk dibawa dalam rapat pleno Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Utara (Sulut) dalam pengambilan sikapnya.

Rapat pleno tersebut dikabarkan bakal menentukan karir politik VR dipartai matahari terbit itu dan sudah akan digelar usai pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PAN. Rekomendasi pencegalan VR pun menguat dalam pertemuan rapat PAN di Hotel Swisbell Manado, kemarin.

“Ketua PAN Sulut Sehan Landjar memberikan arahan rekomendasi untuk penggantian pimpinan di tubuh PAN Mitra, dilaksanakan dalam pleno DPW usai pelaksanaan Rakorwil,” ungkap sumber resmi PAN dalam pertemuan rapat di Hotel Swissbell Manado, kemarin.

Sementara, sejumlah kader PAN di Mitra turut menyesali pernyataan VR selaku Ketua PAN Mitra yang mengakui adalah Ketua Tim Sukses Kolom Kosong. Padahal PAN adalah partai pendukung pasangan James Sumendap dan Jocke Legi (JS Ok). “Sebagai bagian dari Pinhar DPD PAN Mitra sangat menyesal atas sikap yang ditunjukkan oleh saudari ketua, VR. Seyogyanya sebagai seorang pimpinan partai, wajib mengamankan apa yang telah diputuskan oleh partai,” ungkap Zulfan Junus selaku Ketua POK DPD PAN Mitra, kemarin.

Dia menyatakan, apa yang dilakukan VR merupakan bentuk pembangkangan terhadap keputusan partai dan perlu mengambil keputusan dan sanksi tegas. “Dan saya meyakini tentu VR telah mengetahui konsekwensi terhadap apa yang dilakukan. Apalagi didalam video yang beredar, bersangkutan secara gamblang menyatakan bahwa pimpinan partainya saja dia berani berontak. Ini sangat disayangkan sebab telah menjatuhkan wibawa partai,” kata Zulfan turut mengaminkan proses penggantian VR sesuai dengan aturan partai yang berlaku.

Sedangkan, menilik pernyataan VR yang mengaku meniru atasannya, Ketua DPW PAN Sulut Sehan Landjar, terkait dukungan terhadap Salihi Mokodangan saat pelaksanaan pilkada di Bolmong, Zulfan menjelaskan itu sebuah kesalahan penilaian dari seorang VR. “Yang dilakukan oleh ketua (Landjar) dengan mendukung Salihi di Pilkada Bolmong, karena Salihi saat itu sebagai Kader Partai dan Ketua DPD PAN Bolmong. Maka tidak salah kemudian ada sebagian kader partai yang mendukung Yasti dan sebagian lagi mendukung Salihi karena keduanya adalah kader partai,” jelas Zulfan seraya menambahkan, hal sama terjadi saat ini, di Kota Kotamobagu terkait sebagian pengurus partai mendukung Tatong Bara dan sebagian lagi mendukung Jainudin Damopolii karena keduanya adalah kader PAN.

Menurutnya, Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait pemberian dukungan, diberikan kepada mereka yang berpotensi memiliki kemenangan dan memiliki perbandingan terbalik dengan pilkada di Mitra. “Aturannya kan parpol tidak bisa mengusung dua pasangan calon sekaligus. Maka oleh DPP mengeluarkan SK kepada kader yang potensi menangnya lebih besar. Nah, ini berbanding terbalik dengan kondisi di Mitra, dimana hanya ada satu pasangan calon maka ini menjadi wajib untuk mengamankan putusan partai,” beber Zulfan.


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.