DPO. Kejari Bolmut saat mengeksekusi DPO yang disangkakan sebagai pelaku penganiayaan berat. (foto:nanangkasim)

KEJARI BOLMUT UNJUK TARING

DPO Penganiayaan Berat, Diciduk

 

Boroko, MS

Personil Kejaksaan Negeri (Kejari) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mulai unjuk "taring", pasca pernyataan kesigapan Korps berlambang timbangan keadilan ini, menyatakan siap menegakkan keadilan di Bolmut.

Seperti naluri yang ditunjukkan mantan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut) Hendra Wijaya Kamal, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Pasalnya kepiawaiannya dirinya bersama tim Kejari Bolmut dan dibantu oleh pihak Kepolisian Sektor Bolangitang mampu mengeksekusi IS alias Baim (29) warga desa Bohabak IV Kecamatan Bolangitang Timur yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penganiayaan berat setelah keputusan Pengadilan Negeri Kotamobagu diperkuat oleh Keputusan Mahkamah Agung pada tahun 10 Desember 2013 silam pada Kamis (27/4) sekira pukul 17.00 wita di kampung halamannya.

“Ini merupakan perintah undang-undang, sehingga pak Kajari Bolmut Andi Nurhalis memerintahkan kepada kami untuk segera mengeksekusi kedua DPO masing-masing Baim yang berhasil dieksekusi dan RA alias Rendi (32) warga Bohabak IV Kecamatan Bolangitang Timur yang saat ini berdomisili di Desa Paku Kecamatan Bolangitang Barat,” ujar Hendra.

Penangkapan kedua DPO sendiri sudah dilakukan selama 3 kali, namun kedua DPO berhasil melarikan diri. Beruntung saat penangkapan tersebut Baim tidak dapat berbuat apa-apa, namun Rendi berhasil kabur, diduga proses eksekusi tersebut telah diketahui oleh DPO sebab keduanya masih mempunyai ikatan keluarga dekat.

“Kami berharap pihak keluarga untuk membantu pihak Kejari Bolmut, sebab cepat atau lambat kami tetap melakukan eksekusi,” terang Hendra yang didampingi oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Resmen dan Kepala Seksi Perdata  dan Tata Usaha Negara (Datun) K.R. Tambah.

Lebih lanjut dijelaskannya jika saat ini Baim saat ini sudah dibawa oleh tim Kejari Bolmut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya ke Rumah Tahanan (Rutan) di Kotamobagu.

“Keduanya akan menjalani hukuman sesuai putusan Pengadilan Negeri Kotamogabu selama 4 tahun, dikurangi masa tahanan selama 4 bulan sewaktu menjalani proses persidangan. Jadi, total hukuman yang mesti dijalani kedua terpidana ini adalah 3 tahun 8 bulan dari hukuman keseluruhan selama 4 tahun sesuai putusan putusan Mahkamah Agung RI,” tukas mantan jaksa yang pernah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Minut ini. (Nanang Kasim)

Banner Media Sulut

Komentar

Populer hari ini

Sponsors