Dwianto Prihartono (Ist)

Kejari Boroko Seriusi Dugaan Korupsi Proyek PPI Sidupa

Boroko, MS

Energi penegakan hukum di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), terus meninggi. Manuver pemberantasan korupsi dihentar Korps Adhyaksa besutan Dwianto Prihartono. Aksi tak pandang bulu pun tersaji.

Kali ini, radar Kejaksaan Negeri (Kejari) Boroko mengarah ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bolmut. Dugaan penyimpangan pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (TPI) tahap I di Desa Tanjung Sidupa Kecamatan Pinogaluman, masuk prioritas penanganan .

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Boroko, Dwianto Prihartono, membenarkan hal itu. Menurut dia, pihaknya telah melakukan proses penyidikan terhadap PPI tahap I dengan pagu anggaran sebesar Rp1,6 Milliar yang digelontorkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2011.

“Memang indikasi awal menunjukan jika pembangunan PPI yang dikerjakan CV WSI ini tidak dilaksanakan, sehingga itu kami menduga jika ada dugaan korupsi yang telah menyebabkan adanya kerugian negara pada pekerjaan proyek ini,” terang Prihartono, Selasa (23/8).

Kata dia, dalam pengumpulan data terkait persoalan itu, pihak Kejari telah memeriksa saksi, diantaranya Direktur CV WSI, pihak PPTK, pejabat pengadaan serta pihak terkait lainnya. “Saat ini sudah ada lima saksi yang telah dimintai keterangan terkait dugaan korupsi pembangunan PPI tahap I ini. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat semua akan terang benderang dan akan disampaikan ke publik,” tandasnya.

Selanjutnya, tambah Prihartono, untuk melakukan perhitungan adanya dugaan kerugian negara pada pembangunan PPI tahap I, akan menggunakan saksi ahli, salah satunya dengan melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Untuk saat ini masih dilakukan penyidikan secara umum sehingga belum ada penetapan tersangka. Untuk menghitung total kerugian negara, maka kami melakukan langkah koordinasi dengan pihak BPK Sulut,” kunci Prihartono yang dikenal akrab dengan wartawan.(Nanang Kasim)

Banner Media Sulut

Komentar