Suriansyah Korompot (Ist)

Kejari Boroko Usut Dugaan Penyimpangan Dandes


Boroko, MS

Pemanfaatan Dana Desa (Dandes) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), dibungkus masalah. Sederet laporan dugaan penyimpangan, mengalir deras ke lembaga Korps Adhyaksa besutan Dwianto Prihartono. Teranyar, persoalan Dandes ini tidak hanya menyerempet realisasi tahun 2015. Namun, melebar hingga penggunaan Dandes tahun 2016.

“Untuk saat ini memang ada beberapa laporan masyarakat terkait masalah penggunaan Dandes. Setiap laporan yang masuk tersebut tentunya kami akan lakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Boroko melalui Kepala Seksi (Kasie) Pidana Khusus (Pidsus) Sugiarto.

Hal itu membuat Wakil Bupati (Wabup) Bolmut, Suriansyah Korompot SH, langsung bereaksi. Dia meminta seluruh aparatur desa terutama Sangadi, untuk lebih berhati-hati dalam pengelolaan Dandes.

“Memang kami telah mendapatkan informasi jika ada beberapa desa yang kini proses pengelolaan Dandes telah masuk ke pihak Kejari Bolmut. Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita hormati proses yang dilaksanakan oleh pihak Kejari. Pun demikian, saya hanya sekedar mengingatkan agar kiranya para pengelola Dandes lebih berhati-hati sebab setiap persoalan yang muncul tentunya sangat berdampak bagi aparat desa yang terlibat langsung dalam pengelolaan Dandes ini,” tegas Korompot, belum lama.

Lebih lanjut, Papa Fatur sapaan akrabnya, meminta para pengelola Dandes agar transparan terhadap laporan keuangan. Selanjutnya, dalam pengelolaan Dandes, sebaiknya melibatkan seluruh elemen masyarakat yang ada dimasing-masing desa.

“Saya menilai jika faktor transparansi sangat penting dilakukan oleh seluruh perangkat pengelola Dandes ini, sehinga dengan demikian tidak akan ada lagi faktor kecemburuan yang menyebabkan setiap persoalan masuk ke pihak penegak hukum,” kuncinya.(Nanang Kasim)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado