Lambok Sidabutar

KEJARI MINSEL GELEDAH RUANG KERJA BUPATI

Lambok: Kami Mencari Jejak Kasus Korupsi Proyek Bencana

Amurang, MS
Amukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Selatan (Minsel), menghasilkan "badai besar". Kokohnya benteng pertahanan para pengelola proyek bencana pun porak-poranda. Sederet dokumen bukti dugaan korupsi ditemukan.
Belum habis ketegangan penggeledahan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kantor Layanan Pelelangan Secara Elektronik (LPSE), Senin (4/6) baru-baru ini, kini korps Baju Cokelat melakukan penggeledahan lanjutan. Tak tanggung-tanggung, kali ini tim besutan Kepala Kejari Minsel, Lambok Sidabutar SH, menggeledah ruangan Kantor Bupati Minsel, Selasa (5/6) kemarin.
Menurut Lambok, penggeledahan lanjutan itu dilakukan untuk mencari dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi proyek bencana. Sebab dia menduga ada "jejak" terkait kasus proyek bencana penahan ombak di Ranoyapo. "Mengapa kami menggeledah Kantor Bupati? Kami menduga ada jejak-jejak di Kantor Bupati, yang terkait dengan perkara ini (Kasus proyek penahan ombak, red)," ungkap Lambok.
Dari hasil penggeledahan itu, Lambok mengaku menemukan banyak dokumen yang mereka butuhkan untuk menuntaskan kasus yang cukup menghebohkan Kabupaten Minsel itu. "Penggeledahan hari ini, hasilnya sangat signifikan, sangat bagus. Kita menemukan banyak dokumen-dokumen. Berita acaranya (penyitaan dokumen, red) sudah kita buatkan tadi," bebernya.
Dikatakan Lambok, penggeledahan yang mereka lakukan kemarin, sudah sesuai aturan. "Penggeledahan ini atas dasar surat tugas Kajari Minsel serta izin penggeledahan dari Ketua Pengadilan Negeri Amurang. Juga kami telah minta izin kepada penguasa kantor, yaitu pak Sekda. Semua proses disaksikan oleh mereka," ujarnya.
Saat penggeledahan dilakukan, Sekretaris Daerah (Sekda) Minsel, Drs Danny Rindengan, dipanggil kejaksaan untuk ikut menyaksikan. Namun, sebelumnya tim penyidik mengambil handphone Rindangan. "Kami sengaja menahan sementara handphone beliau, supaya tidak ada komunikasi dengan orang luar," aku Lambok, ketika ditanya soal penahanan handphone itu.
Penggeledahan dilakukan selama 3 jam. Hasil dari penggeledahan itu, tim penyidik menyita satu kontainer plastik dokumen.(rul mantik)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.