Kejari Sangihe Ringkus DPO Korupsi

HS Dekam Rutan Kotamobagu

 

Tahuna, MS

Kerja keras dan kerja tuntas ditunjukkan jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sangihe. Keseriusan Korps Adhyaksa menangani sederet perkara rasuah, akhirnya berbuah manis. Jumat (9/6), lembaga elit penegak hukum besutan Muhammad Irwan Datuinding, SH MH ini, berhasil mencokok tersangka HS alias Hendrik.

Diketahui, HS terseret dalam kasus dugaan korupsi pada tahun 2011. Selanjutnya, tahun 2012 lalu, dia ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Informasi yang diperoleh, penangkapan terhadap tersangka dilakukan sekira pukul 15.30 WITA, di pangkalan mobil Balawan Indah Kotamobagu.

Hal tersebut diakui Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kepulauan Sangihe, Muhammad Irwan Datuinding, SH MH. Dia menjelaskan pelaksanaan eksekusi dilakukan Tim Jaksa dan Intelijen Kejari Kepulauan Sangihe berdasarkan SP pelaksanaan putusan pengadilan Nomor 23/R.1.13/Fu.2/08/2016 tanggal 1 Agustus 2016 serta SP Tugas telah melaksanakan putusan Kasasi MA, Nomor 737/K/Pid.Sus/2011 tanggal 29 Desember 2011, atas nama terpidana Hendrik Syauta SH. Tersangka melanggar pasal 12 e Undang Undang (UU) nomor 31/1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20/2001 tentang perubahan atas UU nomor 31/1999 tentang PTPK.

“Terpidana telah menjadi DPO Kejari Kepulauan Sangihe dari tahun 2012. Terkait dengan eksekusi, ternyata berawal dari  keberadaan terpidana yang terdeteksi berada di Kotamobagu Kelurahan Magolaing, tepatnya di pangkalan mobil belawan. Sebelumnya, tersangka diketahui berada di Kota Ambon Maluku," jelas Datuinding.

Ditambahkan salah satu putra terbaik Makassar itu, setelah HS berhasil dieksekusi, dia langsung dibawa ke Rutan Kelas II B Kotamubagu, untuk menjalani pidana penjara selama 6 (enam) bulan dipotong masa tahanan dan membayar biaya perkara sebesar 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah).

“Sebelum dibawa ke Rutan, terpidana sempat dibawa ke Kejari Kotamobagu untuk diperiksa dan dicek kesehatannya," ungkap Datuinding. “Terkait dengan penangkapan dan eksekusi, berjalan dengan aman dan lancar," imbuhnya.(rindu makikui)

Banner Media Sulut

Komentar