Muljadi Suratinoyo ST MT

Kembangkan Potensi Kopi, Distanak Ajukan Proposal Bantuan Bibit Kopi ke Kementan RI

Kotamobagu, MS

Sektor perekonomian di Kota Kotamobagu terus bergerak. Sejumlah potensi Kotamobagu dari berbagai sisi mendorong berkembangnya perekonomian yang kini dilirik para investor. Terutama, potensi di bidang pertanian. Sebut saja produk kopi. Tidak bisa dipungkiri jika kopi menjadi cap bagi Kotamobagu.

Seperti Kopi Dinodok yang kini dilirik elemen masyarakat, dan kopi Kotamobagu yang terkenal hingga di beberapa wilayah di pulau Sulawesi.

Guna mengembangkan potensi kopi yang kian kemilau ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) berupaya untuk memperjuangkan bibit Kopi Ateng untuk ditanam di sejumlah perkebunan kopi yang ada di Kotamobagu.

“Saat ini proposal pengajuan bantuan bibit kopi ateng telah rampung. Total anggaran yang kita usulkan mencapai satu milyar. Kita akan coba masuk lewat DPR RI atau pun langsung ke Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memasukkan proposal bantuan ini,” ungkap Kepala Distanak Kotamobagu, Muljadi Suratinoyo, Senin (26/2).

Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kotamobagu ini menambahkan, perkebunan kopi yang ada di Kotamobagu terletak di Perkebunan Poyowa Besar dan Bilalang.

“Nantinya ketika bantuan itu telah ada, kita akan salurkan ke perkebunan mobalang yang ada di Poyowa Besar dan perkebunan Bangelon yang ada di Bilalang,” tambah Muljadi.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) telah memberikan perhatian kepada kualitas kopi Kotamobagu. Hal ini agar komoditas tersebut memiliki nilai yang lebih tinggi dari saat ini.

“Kopi Kotamobagu telah terkenal sejak lama, sehingga tak heran banyak Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) kopi di daerah tersebut," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut) Soekowardojo, beberapa waktu lalu.(yadi mokoagow)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.