Kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan BPPT ke fasilitas bebas merkuri dan sianida AGC di Tatelu.

Kemenko Kemaritiman dan BPPT Berharap Kerjasama

Kunjungi Fasilitas Bebas Merkuri dan Sianida AGC di Tatelu

 

Airmadidi, MS

Kementerian Kordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diwakili Asisten Deputi Insfrastruktur Pertambangan dan Energi, Yohanes Yudi Prabangkara, Kepala Bidang Insfrastruktur Minerba John H.P. Tambun dan Analis Kebijakan Rilya A.N. Sumayku, mengunjungi salah satu site project Program Emas Rakyat Sejahtera (PERS) di Tatelu, Minahasa Utara, Rabu (4/4). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meninjau implementasi site project PERS di Tatelu, Sulawesi Utara.

Selama kunjungan, perwakilan dari Kemenko Bidang Kemaritiman dan BPPT melihat dari dekat fasilitas bebas merkuri dan sianida PERS. Mereka juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan Artisanal Gold Council (AGC) dan stakeholders yang terlibat dalam program PERS di Tatelu.

“Program PERS dan AGC merasa terhormat atas kunjungan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman karena ada tujuan bersama antara program kami dan pemerintah Indonesia yaitu penghapusan merkuri di sektor Pertambangan Emas Skala Kecil,” ujar Hoetomo, AGC Country Representative.

“Program PERS mengedepankan pendekatan komprehensif yang tidak hanya meliputi aspek teknis tapi juga bertujuan untuk mengintegrasikan aspek gender, hak, dan sosial ekonomi lainnya yang diimplementasikan dalam program ini,” paparnya di hadapan rombongan yang hadir.

Pihak BPPT sendiri menegaskan jika pihaknya menyambut baik inisiatif NGO seperti AGC sebagai pelopor program yang mendorong agar penambang berhenti menggunakan merkuri. Mereka pun mengharapkan kerjasama lebih lanjut, terutama untuk fasilitas pengolahan mineral bebas merkuri.

Dalam kunjungan itu, pihak Kemenko Maritim menekankan soal sinergi antara pemerintah dan NGO yang dalam dinilai bisa lebih bergerak cepat dibandingkan pemerintah.

“Teman-teman NGO yang bisa menjadi etalase dengan speed yang cepat dalam menyentuh masyarakat. Program AGC ini bisa menjadi program percontohan,” kata Yohanes Yudi Prabangkara.

Turut dalam peninjauan tersebut, Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Sulut, Marly Gumalag, Kepala Biro Sumber Daya Alam Setdaprov Sulut Franciscus Manumpil dan Ketua Koperasi Batu Emas Tatelu, Henry Walukow.

Diketahui, PERS merupakan program peningkatan pembangunan sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mata pencaharian, lingkungan, dan kesehatan bagi komunitas PESK di wilayah program di Indonesia. Program ini didanai oleh Global Affairs Canada (GAC) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan diimplementasikan oleh Artisanal Gold Council (AGC). (tim ms)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.