Foto: Pembahasan di Komisi C dengan Dishub Manado. (foto: devy kumaat)

Kepemilikan Kapal Coelecanth ‘Misterius’

Manado, MS

Kapal angkut Coelecanth berbandrol miliaran rupiah, masih menimbulkan penolakan kepemilikan. Padahal, kapal yang kini masih tenggelam, sejak 2009 silam, telah diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Manado khususnya Dinas Perhubungan (Dishub).

Hal itu terungkap saat hearing Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado dengan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Manado, Sofian dan jajarannya, Selasa (9/4) kemarin.

Diketahui, Kapal angkut penumpang itu karam di dasar laut Manado 13 Februari 2018. "Kapal itu aset pusat dan sampai sekarang kementerian belum menyerahkan ke pemerintah (pemkot manado,red)," kata Kepala Dishub Manado, M Sofian.

Satu sisi, diakuinya, pemeliharaan sudah ditanggung oleh Pemkot Manado melalui Dishub.  Mengenai sebab tenggelamnya, ia menerangkan ada banyak hal, seperti cuaca yang kala itu cukup ekstrim, kemudian kapal itu sudah lama diparkir tak beroperasi.

Soal tenaga pegawai lepas yang ada tidak bisa memantau kapal dengan jenis 8,5 GT akan tenggelam, dibantahnya. Karena menurutnya, kejadiannya subuh hari dengan petugas hanya 2 orang saja. “Perbandingan untuk kapal ikan saja dengan panjang 10 meter memuat lebih dari 5 orang, sedangkan Kapal Coelecanth tersebut dapat memuat penumpang kisaran di atas 50 orang,” ungkapnya.

Untuk itu, Sofian mengaku kalau permintaan untuk melakukan permintaan pengangkatan kembali dilakukan dan melalui Komisi C pun sudah disampaikan guna diteruskan ke pusat.

Mengenai penjelasan di atas, Ketua Komisi C Lily Binti mengatakan, akan membawa masukkan tersebut ke pusat. "Aneh juga jika diserahkan ke pemerintah tapi belum diakui. Bayangkan saja, kejadian untuk operasinya sudah 2009," jelasnya.

Senada diutarakan personil lain, Markho Tampi yang rata-rata menuturkan, letak persoalan lain ketika telah tenggelam tak dapat biaya perawatan cukup riskan. "Penataan anggaran tak mungkin terlewati, meski masa itu bukan kepemimpinan Pak Kadis," ungkap Tampi, diiyakan juga Viktor Polii.(devy kumaat)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.