KKK Siap Gelar Pemilihan Utu & Keke se-Indonesia 2018

Jakarta, MS

Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) pimpinan DR Ronny F. Sompie berencana menggelar Pemilihan Utu dan Keke Minahasa se-Indonesia 2018. Seleksi awal dilakukan di daerah-daerah mulai Desember 2017. Sedangkan puncak acara (grandfinal) akan digelar 26 Januari di Hotel Bidakara Jakarta.

Utu dan Keke adalah sebutan bagi putra-putri di Minahasa – Utu untuk putra, Keke untuk putri – yang diadopsi menjadi nama kontes, semisal Abang dan None Jakarta atau Nyong dan Noni Sulawesi Utara.

Ketua Umum KKK periode 2017-2022 Ronny Sompie mengatakan acara ini adalah salah satu dari rangkaian acara program KKK 2017/2018. Selain pemilihan Utu dan Keke, KKK juga akan menghelat acara Kunci Taong 2018.

"Ini merupakan salahsatu dari sekian banyak rangkaian program kerja KKK di tahun 2017/2018," katanyadi Albergo Resto & Lounge, The Belleza Suites, Permata Hijau Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Sompie menyatakan tujuan utama penyelenggaraan Pemilihan Utu dan Keke Minahasa 2018 adalah memberikan wadah bagi putra-putri berdarah Minahasa di perantauan untuk berekspresi di bidang seni dan budaya. Kriteria dasar penilaian adalah 3 B: Beauty, Brain, Behaviour.

“Selain cantik, ganteng, pintar dan memiliki sikap perilaku yang baik, peserta wajib memiliki pengetahuan mengenai kebudayaan Minahasa,” ujar mantan Kepala Divisi Humas Polri yang juga Kapolda Bali di tahun 2015 itu.

“Ini juga merupakan bagian dari program besar KKK dalam kontribusi membangun Sulawesi Utara melalui pengembangan sumber daya manusia, dalam hal ini melalui anak-anak muda Minahasa perantauan berpotensi sesuai bidangnya, kali ini bidang seni budaya,” sambungnya.

Ketua Pelaksana, Moudy Lintuuran, yang berpengalaman menggelar kontes-kontes berkelas seperti Pemilihan Nyong & Noni Sulawesi Utara menargetkan, sebanyak 30 finalis terdiri atas 15 Utu dan 15 Keke, akan berlaga di Jakarta. Mereka akan dikarantina di Hotel Asana Kawanua Cempaka Putih Jakarta Pusat, dan mengikuti serangkaian kegiatan seperti pembekalan pengetahuan terkait kebudayaan Minahasa, etika, pengembangan diri, table manner, kunjungan ke pusat kecantikan Martha Tilaar, koreografi, dan grandfinal.

Menurut Moudy, acara grandfinal akan dikemas secara kreatif dan menarik dalam balutan gala dinner penuh kesan.

“Selain menampilkan para grandfinalis Utu & Keke, kami juga akan menampilkan penyanyi-penyanyi top asal Sulawesi Utara, juga fashion show batik-batik bermotif Minahasa, dengan tata panggung, tata cahaya dan tata suara yang berkualitas. Semuanya kami kemas penuh daya tarik. Hadiahnya total ratusan juta rupiah, terdiri atas uang tunai, paket wisata ke Hongkong, Bali dan Manado, hadiah berupa produk seperti sepeda motor, gadget dan barang-barang elektronik,” bebernya.

“Yang lebih penting, para juara akan dilibatkan dalam setiap kegiatan KKK. Mereka akan menjadi semacam duta KKK untuk mempromosikan budaya Minahasa dalam setiap kegiatan yang kami lakukan, bukan hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri,” tambahnya.

Ia menjelaskan, kriteria penilaian dalam penjurian meliputi penampilan, penguasaan pengetahuan dan wawasan tentang kebudayaan Minahasa, intelejensia, kepribadian (penilaian dilakukan juga oleh Tim Khusus yang memantau peserta selama mengikuti kegiatan, terutama pada masa karantina), percaya diri, dan kserasian berbusana daerah Minahasa (kontemporer) pada babak grandfnal.

Dewan juri terdiri atas unsur DPP KKK, pemerhati budaya Minahasa, artis/model, psikolog, dan perwakilan pemerintah daerah Minahasa. Disebutkan juga, kategori juara adalah Juara Umum, Wakil I, Wakil II, Harapan I, Harapan II, Intelejensia, Berbakat, Fotojenik, Persahabatan, dan Favorit, semuanya terdiri atas Utu dan Keke.

Mekanisme seleksi dimulai dari peserta mendaftar secara online, dilanjutkan dengan tim seleksi pusat melakukan seleksi dan verifikasi lokasi pendaftaran peserta, kemudian dilakukan klarifikasi dan penentuan lokasi seleksi di kota yang ditunjuk. Setiap kota mendapat jatah/kuota sesuai jumlah peserta secara proporsional dikombinasikan dengan nilai. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi awal berhak mengikuti babak final dan grandfinal di Jakarta.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui www.kkk.or.id, atau langsung ke DPP dan DPD di wilayah masing-masing namun berkas pendaftaran tetap harus disampaikan secara online untuk dimasukkan ke dalam data base. Peserta wajib melampirkan/menyertakan foto close up berwarna (ukuran 4 R), foto seluruh badan (4R), pasfoto berwarna (4x6 cm), dan fotocopy KTP/Kartu Pelajar yang masih berlaku. Pedaftaran dibuka sampai 15 Januari 2018.(phee)


Komentar