Jantje Sajow

Kompol Desy Sebut JWS Bohong

Manado, MS

Perseteruan antara Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow (JWS) dengan Kompol Dessy Hamang, makin panas. Keduanya saling menuding dan melontarkan pernyataan pedas di media massa. Terkini, Kompol Dessy Hamang menyebutkan bahwa JWS berbohong.

Pernyataan JWS yang menyebutkan jika Kompol Dessy Hamang telah memalsukan data otentik lahan di Desa Koka, langsung ditepis. Kepada sejumlah wartawan, Dessy menyebut, apa yang dikatakan JWS merupakan suatu kebohongan, untuk menutupi tindak pidana yang dilakukan. Dessy pun menantang JWS untuk menunjukan data otentik di lahan tersebut. ‘’Saya tantang dia (JWS, red) untuk tunjukan surat tanah itu. Tidak usah kita ribut-ribut di Koran. Kalau saya palsukan dilapor dong. Saya punya alamat lengkap, dia juga kenal saya,’’ terang Dessy, Minggu  (18/6) kemarin.

‘’Jadi lapor dong. Negara kita kan negara hukum. Itu lebih baik dari pada seenaknya main pagar. Apalagi kasus ini sementara berproses di Polda Sulut. Yang tidak tau aturan siapa. Saya mau bilang, saya masuk tanah itu karena mempunyai surat. Surat yang jelas. Kalau dia, dasarnya dia pagar itu (kebun, red) apa. Dia itu tidak punya dokumen,’’ semburnya.

Lebih lanjut dijelaskannya kalau oknum Bupati Minahasa salah alamat, ketika menyebut Dessy telah membuat surat tanah palsu. ‘’Bupati salah alamat. Kan yang buat surat jual beli itu bukan saya. Yang buat itu adalah bawahannya dia, yaitu Camat dan Lurah. Yang pegang register Desa juga bukan saya. Saya ini hanya pembeli,’’ungkapnya. ‘’Toh, waktu pembuatan surat juga bapak Bupati baca. Saya mau bilang kalau Bupati salah alamat. Tidak usah koar-koar di Koran, sebab yang buat surat itu anak buah bapak. Yang salah di sini kinerjanya anak buah bapak, bukan saya. Saya pembeli tidak tahu menahu tentang pembuatan surat itu, ya,’’ timpalnya.

Kicauan JWS yang menyebutkan kalau Dessy seenaknya membuat laporan karena dirinya merupakan oknum polisi, kembali ditanggapi Dessy. ‘’Saya lapor karena saya tahu aturan. Yang mentang-mentang di sini siapa. Datang menyuruh Pol PP, ajudan datang dengan mobil Patwal dan merusakkan pagar yang saya buat. Ini bukan tanah Pemkab ya,’’pungkas Dessy.

Sebelumnya, JWS beberkan, dirinya membuat pagar pengaman di lahan Koka karena sebenarnya lahan itu memang miliknya. Kendati lahan tersebut sementara berperkara di Polda Sulut. Ia malah menyebut kalau Kompol Dessy Hamang telah membuat surat palsu atas lahan itu.
Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, ulah oknum Bupati Minahasa Jantje Wowliling Sajow yang dianggap tidak menghormati proses hukum pihak Polda Sulut, dalam menangani perkara kasus dugaan penyerobotan dan pengrusakan pagar pengaman di Koka, menimbulkan masalah baru.
Rabu (14/06) kemarin, JWS yang dikabarkan akan kembali mencalonkan diri dalam Pilkada 2018 mendatang, kembali dilaporkan Kompol Dessy Hamang, karena telah membuat pagar pengaman di lahan Kompol Dessy.
Kepada sejumlah wartawan, Kompol Dessy yang bertugas di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut itu menjelaskan, dia terpaksa melaporkan aksi kriminal JWS ke SPKT Polda Sulut karena kecewa dengan sikap JWS.
Dessy mengatakan, JWS telah membuat pagar pengaman di lahan miliknya. ‘’Lahan itu saya beli. Bukan minta. Dia kok seenaknya main pagar. Saya keberatan dong, jadi saya lapor,’’ jelas Dessy.

Aksi pemagaran itu, kata dia,  dilakukan langsung orang suruhan JWS, Selasa (13/06) lalu, sekira pukul 11.00 WITA sampai pukul 12.00 WITA. ‘’Dan saya punya bukti fotonya. Saya punya foto-foto saat orang suruhan JWS membuat pagar di lahan saya,’’ ketusnya.
‘’Saya bingung dengan aksi ini (pembuatan pagar pengaman, red). Sebab lahan ini kan sementara berproses di Polda Sulut. Tapi kok dia seenaknya membuat pagar pengaman. Saya berani melaporkan persoalan ini karena saya mempunyai bukti kuat. Sertifikat tanah itu ada pada saya, ada juga akte jual beli. Dan itu ditandatangani oleh JWS dan istrinya,’’ jelasnya.
Ia pun menganggap kalau JWS tidak menghormati proses hukum yang ditempuh Polda Sulut. Sebab kata Dessy, sebagai Bupati, JWS seharusnya menjunjung tinggi aturan hukum. ‘’Seharusnya, dia menjadi contoh. Dia seharusnya menghormati proses hukum. Negara kita kan negara hukum. Apalagi dia seorang pablik figur. Biarkan dulu kasusnya berproses, kalau memang saya salah, saya nanti akan berikan tanah itu. Kan kasus ini masih proses. Laporan saya yang satu kan, dia dipanggil waktu lalu, tidak mau datang. Ini malah berulah,’’sesalnya.
Kecewa dengan ulah JWS, Dessy pun memilih untuk menempuh jalur hukum. ‘’Kasus sudah saya laporkan ke Polda dengan nomor laporan 443 tanggal 14 Juni 2017,’’ pungkasnya.
Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito ketika dikonfirmasi melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol Ibrahim Tompo membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah diterima, untuk ditindak lanjuti,’’singkat Tompo. (rhendi umar)

 

 

Banner Media Sulut

Komentar