Kepala Kejari Minsel Lambok Sidabutar didampingi Kasie Intel Reza Pahlevi dan Kasie Pidsus Cornelius Heydemans, saat memberikan penjelasan soal penangkapan tersangka kasus pengadan damkar dan penetapan oknum Kepala Satpol PP sebagai tersangka. (foto: rul)

KONTRAKTOR DAMKAR RONGSOKAN DITANGKAP

Oknum Kasatpol PP Minsel Ditetapkan Tersangka

Amurang, MS

Riuh perang melawan korupsi menggema di bumi ‘Cita Waya Esa’. Korps Adhyaksa kencang memainkan peran. Sederet tersangka perkara ‘pengerat’ uang rakyat satu per satu ditangkap. Teranyar, kontraktor pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) di Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dikerangkeng.

Tersangka berinisial AM alias Abram, diciduk Kejaksaan Negeri (Kejari) Minsel, Rabu (6/6) subuh, pukul 01.00 Wita. Tersangka adalah Direktur CV Pasir Mutiara.

"Kami telah melakukan penangkapan terhadap tersangka AM, Direktur CV Pasir Mutiara, pihak penyedia barang mobil pemadam kebakaran. Dia kami tangkap di rumahnya di kawasan Mountain View, Manado," ungkap Lambok Sidabutar, Kepala Kejari Minsel, kemarin.

Penangkapan AM, kata Lambok, dilakukan karena tidak kooperatif dengan penyidik Kejari Minsel.

"Beberapa kali dipanggil untuk dimintai keterangan, tidak datang. Jadi kami harus menahannya," timpal Lambok, yang didampingi Kasie Intel Reza Pahlevi dan Kasie Pidsus Cornelius Heydemans.

Dijelaskannya juga, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, serta pendapat ahli, spesifikasi mobil damkar yang diadakan itu tidak sesuai dengan spesifikasi. Sejumlah komponannya jauh dari spesifikasi yang telah disepakati bersama dalam kontrak kerja.

"Setelah kami lakukan penyelidikan dan penyidikan serta menerima pendapat ahli, mobil damkar itu tidak sesuai spesifikasi. Boleh dikatakan, itu mobil rongsokan," bebernya.

Progres yang dilakukan Kejari Minsel, tidak hanya penangkapan tersangka AM namun korps baju cokelat ini telah menetapkan oknum Kepala Satpol PP Minsel, NR alias Nofriet, sebagai tersangka. Dia diduga turut secara bersama-sama melakukan korupsi pada proyek pengadaan mobil damkar berbanderol Rp 1,7 miliar, tahun 2013 silam.

"Kami juga telah menetapkan Kepala Satpol PP Minsel, NR, sebagai tersangka, dalam posisinya sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen, red) pengadaan mobil damkar. Kemarin, kami sudah melakukan pemanggilan untuk diperiksa namun dia tidak datang dengan alasan sakit," timpalnya.

Setelah dilakukan penghitungan, nilai kerugian proyek pengadaan mobil damkar ini mencapai Rp 1,7 miliar.

Ketika ditanya mengapa nilai kerugian sama besarnya dengan anggaran pengadaan, Lambok mengatakan bahwa kendaraan itu tidak layak. "Kan mobilnya rongsokan. Jadi nilai kerugiannya adalah 1,7 miliar rupiah," tegas Lambok.

Setelah dilakukan penangkapan, tersangka AM langsung diperiksa tim penyidik. Sesudah itu, tersangka digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Amurang.

"Diperiksa dulu baru dibawa ke Rutan. Surat penahanannya selama 20 hari," pungkas Lambok. (rul mantik)


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.