Alfi Usup

Korupsi Dana Audiens Bolmong Bergulir di Pengadilan Tipidkor

Manado, MS

Roda perkara Korupsi Dana Audiens Bolaang Mongondow (Bolmong) terus berputar. Rabu (15/3) kemarin, berkas dugaan pencurian uang rakyat dalam kas daerah Tahun Anggaran (TA) 2012-2013 itu digulir Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tpidkor) Manado. 

Humas Pengadilan Alfi Usup, ketika dikonfirmasi soal pelimpahan berkas tersebut, membenarkannya. Diakui, usai menerima berkas perkara tersebut, pihaknya langsung menunjuk siapa saja hakim yang akan memimpin sidang nantinya.

“Kami telah menerima pelimpahan berkas tersebut. Berkasnya terpisah. Namun untuk penetapan Majelis semuanya sama. Pak Vincentsius Banar sebagai ketua Majelis Hakim, dan pak Arkanu dan Pak Wenny Nanda sebagai Hakim Anggota,” tandas Usup.

Sebelumnya, diketahui ketiga tersangka kasus ini, ID alias Ismar, UP alias Uki dan EK alias Eka, terjerat dalam korupsi Dana Audiens Bolmong ini dan dikenakan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi oleh pihak Sud Dit Tipikor Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan denda paling sedikit Rp.200 juta.

Modus operandi yang dilakukan para tersangka yakni, program peningkatan kedinasan pelayanan Bupati dan Wakil Bupati, pada tingkat audiensi dialog dengan tokoh-tokoh masyarakat, pimpinan organisisasi sosial dan kemasyarakatan Kabupaten Bolmong, tahun 2012-2013, yang dikelolah oleh bagian umum Setda Bolmong. Saat itu, Kabag Umum memerintahkan pejabat pelaksanan teknis kegiatan (PPTK), untuk meminjam atau memerintahkan perusahanan rekanan untuk mencairkan uang tersebut. Padahal, untuk Surat Pertanggungjawaban (SPJ) telah dibuat atau disiapkan lebih dulu oleh PPTK, seolah-olah kegiatannya  dilaksanakan. Kemudian, dana yang telah dicairkan melalui rekening rekanan itu, ditarik oleh PPTK berbentuk tunai dan diserahkan langsung kepada pejabat yang di atasnya.

Dengan adanya praktek korupsi itu, negara mengalami kerugian berjumlah Rp. 2.128.898,35 dari total anggaran Rp.8 Miliar.(rhendi umar)

Banner Media Sulut

Komentar