Ketua BPMS GMIM Pdt HWB Sumakul bersama sejumlah Pendeta dan Gembala, para Ulama di Mitra mendoakan pasangan JS Oke sebelum mendaftar di KPU.

Kotak Kosong Tantangan JS Oke

Ratahan, MS

Langkah James Sumendap dan Jocke Legi (JS Oke) di arena pertarungan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Minahasa Tenggara (Mitra) mulus. Pasangan yang mengantongi dukungan 8 partai politik (parpol) itu kans melawan kotak kosong.

Namun peluang besar itu tak berarti tanpa tantangan. Alasannya, tampil single di Pilkada bukan berarti tak ada lawan yang harus dihadapi. Sebaliknya, pasangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ditantang harus bisa mengalahkan kotak kosong.

“Yah, ini memang menjadi pertimbangan tersendiri pihak PDI-P. Sebab bisa saja kotak kosong menang, meski sangat kecil kemungkinannya,” ujar Juin Uguy salah satu pemerhati politik di Mitra, Senin (8/1) kemarin.

Meski begitu, dia menilai kehebatan JS berhasil memberikan sejarah baru bagi perpolitikan di Mitra karena meraih dukungan 24 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Ini memang luar biasa dan memberikan sesuatu yang baru untuk daerah Mitra. Nah, masalahnya, pasangan ini harus bisa mensosialisasikan dan mensimulasikan proses pemungutan suara,” katanya.

Pasangan JS Oke sendiri telah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mitra, Senin (8/1) kemarin. Keduanya dihentar para pimpinan partai pendukung beserta para pengurusnya. Mulai dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sehan Landjar, Golkar Tonny Lasut, Demokrat Katrin Mokodaser dan sejumlah partai pendukung lainnya.

Sebelum melakukan registrasi di kantor KPU sekira pukul 15.30 Wita, kedatangan pasangan JS Oke serta rombongan disambut tarian kawasaran.

Setelah melengkapi sejumlah dokumen, pendaftaran dilakukan di aula kantor KPU, diterima Ketua Ascke Benu didampingi komisioner Fanny Wurangian, Fifi Massie, Irfan Rabuka dan Jhonly Pangemanan, disaksikan Panitia Pengawas Pemil (Panwaslu) Mitra.

“Ada 8 partai minus Nasional Demokrat (Nasdem) mendukung pasangan JS Oke dalam pilkada Mitra. Beliau ini saya rekomendasikan karena daerah Mitra tetangga saya jadi saya paham betul perkembangannya seperti apa di tangan sahabat saya ini (sambil melirik JS Oke),” ungkap Ketua DPW PAN Sulut, Sehan Landjar.

“Beliau ini merupakan maestro, konduktor, motivator di Mitra. Saya berani merekomendasikan JS bersama pasangannya karena kemajuan besar daerah Mitra,” aku Eyang, sapaan akrab Bupati Bolaang Mongondow Timur itu.

Sementara, JS sendiri ketika diwawancarai terkait pemilihan pasangannya yang di luar dugaan, terkesan menanggapi dingin hal ini. “Kekayaan itu ada di sini (sambil memegang kepalanya, red). Bukan masalah uang, tetapi bagaimana ia dapat bekerja sama untuk membangun daerah Mitra. Saya memilih beliau (Jocke Legi) berdasarkan hasil survey,” beber JS.

“Survey DPP PDI-P dari dua lembaga survey menyebutkan 4 persen untuk pasangan saya. Dibandingkan dengan saya sendiri sebanyak 89 persen, akhirnya menyimpulkan untuk memilih kandidat lain, dan Pak Legi ini pedagang di Tombatu tapi punya komitmen kuat,” sambung JS.

Legi sendiri masih tetap pada pernyataannya terkait dipilihnya sebagai calon wakil bupati. “Kaget. Sebab ini diluar pemikiran saya. Tapi saya yakin ini sudah menjadi rancangan Tuhan,” tutur Legi. (recky korompis)


Komentar