Unjuk rasa LPI Tipidkor di Jakarta, belum lama ini.

KPK Didesak Tangani Dugaan Gratifikasi Proyek Lab MIPA Unsrat

Massa LPI 'Goyang' Kantor Kemenristekdikti

Manado, MS
Bau tak sedap yang sempat tercium dalam pengadaan alat laboratorium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menyembul kembali terangkat ke permukaan. Kali ini, Lembaga Pengawas Investigasi (LPI) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jadi pelopor. Desakan terhadap lembaga hukum untuk mengusut tuntas dugaan gratifikasi dalam proyek tersebut bergema dalam unjuk rasa yang berlangsung di depan gerbang Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia, Jumat (22/6).
Dalam aksi tersebut, LPI menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera mengambil alih kasus serta mengusut tuntas praktik-praktik melanggar hukum yang diduga telah terjadi saat pengadaan alat laboratorium di Fakultas MIPA Unsrat.
"Kasus ini sudah berlangsung sangat lama, jadi kami minta agar para penegak hukum yang menangani kasus pengadaan alat lab MIPA Unsrat untuk bekerja lebih maksimal karena itu adalah uang rakyat," ujar Ketua Umum LPI Tipikor, Aidil Fitri.
Dia juga meminta agar KPK mengambil alih kasus dugaan korupsi pengadaan alat Lab MIPA Unsrat karena Polda Sulawesi Utara (Sulut) dianggap tak becus dalam menangani perkara tersebut.
"Kami menilai bahwa Polda (Kepolisian Daerah) Sulawesi Utara tak mampu menuntaskan kasus yang sudah merengut uang rakyat ini. Maka dari itu lebih baik diambil alih oleh KPK saja," semburnya.
Demonstrasi yang berlangsung selama tiga jam ini berjalan aman dan kondusif, para pendemo kemudian membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutannya.
Sekedari informasi, kasus dugaan korupsi pengadaan Laboratorium Fakultas MIPA Unsrat ini sudah ditangani Polda Sulut sejak tahun 2016. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda apakah proyek berbandrol Rp 18 Miliar ini sudah di SP3 atau masih berproses. (sonny dinar)


Komentar