Krisis Listrik Berkepanjangan, Warga Bolsel Protes

Sorot Kinerja PLN

 

Laporan: Ibrahim

BADAI protes menghantam Perusahan Listrik Negara (PLN). Kali ini, teriak kekesalan meluber dari warga di ujung selatan Bumi Totabuan. Maraknya pemadaman listrik, menjadi bahan sorotan. Gelap gulita kerap menghiasi momentum khusyuk umat muslim saat menjalankan Bulan Ramadhan.

Krisis listrik di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) masih sangat terasa. Betapa tidak, agenda pemadaman aliran listrik masih terjadi. Wajar saja, bila aktivitas warga terganggu dengan kebijakan yang ditengarai sepihak itu. Pelak saja, warga Bolsel pun mempertanyakan keadaan ini sampai kapan berakhir. Kinerja PLN Bolsel jadi fokus ‘serangan’ warga. 

Seperti yang diungkapkan salah satu warga Molibagu, Jasmudin Mananelu. Menurut dia, persoalan sering padamnya aliran listrik seakan tak akan pernah selesai. Selalu saja, sering mati lampu dan pihak PLN juga punya jawabannya. "Kita pertanyakan kinerja mereka selama ini. Apa yang mereka lakukan selama ini. Kalau persoalan tak pernah selesai diganti saja orang orangnya," tegas Jasmudin, belum lama. Ditambahkannya pula, seharusnya di saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, pihak PLN seharusnya bisa meminimalisir pemadaman aliran listrik.

Hal serupa dikatakan Sangadi Desa Duminanga, Eus Daud. Menurut pengakuannya, sering padamnya listrik jelas mengganggu aktivitas perkantoran di desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Jelaslah sangat terganggu, mereka kalau mau mematikan aliran listrik ada tanda tandanya. Dipadamkan beberapa kali, lalu tak pernah hidup lagi selama berjam jam," keluh Eus serius. Keluhan warga lainnya, durasi padamnya aliran listrik terutama di pelosok bisa mencapai delapan sampai 10 jam setiap harinya.

"Ini perlu ada sosialisasi terlebih dahulu jika memang ada rencana pemadaman aliran listrik, biar masyarakat bisa tahu dan menyiapkan alat penerang sebagai alternatif agar tidak mengganggu aktivitas," jelas Firman Ali warga Molibagu Kecamatan Bolaang Uki, dengan nada tegas.

Pihak PLN melalui Kepala Ranting Molibagu, Monag Hutagalung mengakui, terjadinya pemadaman aliran listrik disebabnya kerusakan dua unit mesin yang mensuplay energy listrik. "Kami akan tetap berupaya dalam waktu yang tak terlalu lama akan diperbaiki dan busa berfungsi normal kembali. Sehingga waktu pemadamannya juga berkurang," kunci Monag.(*)

Banner Media Sulut

Komentar