Konferensi pers yang digelar belum lama ini.

Kuasa Hukum Unsrat Kritisi Gugatan PTUN

Manado, MS

Polemik status Prof Dr Grace Kandou makin memanas. Serangan balik kini datang dari Tim Kuasa Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado. Mereka mengklarifikasi gugatan yang dilayangkan kepada Rektor Prof Dr Ir Ellen Kumaat MSc DEA.

Jantje Suoth dan Franky Weku yang menjadi Kuasa Hukum Unsrat mengkritisi gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Mereka menjelaskan, tidak ada yang salah dengan Surat Keputusan (SK) nomor 1132 yang dikeluarkan oleh mantan Rektor Prof Dr Donald Rumokoy pada tahun 2013, terkait dicoretnya Prof Dr dr Grace Kandou MKes dan pencalonan rektor.

 Dikatakan Weku, ada dua gugatan yang saat ini bermuara di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yakni nomor 7 atas kasus Prof Dr dr Grace Kandou dan nomor 10 tentang Panitia Pemilihan Dekan di Fakultas Pertanian Unsrat, yakni dari Theo Lasut kepada panitia pemilihan dekan.

 

“Dua kali kami menghadiri sidang mewakili Unsrat atas perkara nomor 7 dan nomor 10. Di mana perkara nomor 7, yang kami ikuti keberatan terhadap penetapan PTUN. Karena dari sisi hukum gugatan tersebut ditujukan kepada rektor sebagai tergugat,” ungkap Weku, Jumat (2/3) pekan lalu.

 

"Mekanisme persidangan, sangat memunculkan keberatan. Terutama pada pokok materinya yang di dalamnya berkaitan dengan penundaan usulan guru besar Prof Grace Kandou yang dituangkan dalam

SK Nomor: 1132/UN12/PK/2013 yang ditandatangani rektor waktu itu, Prof Rumokoy, tertanggal 6 Mei 2013,"paparnya.

 

Selain itu, saat ini kuasa hukum fokus pada pokok materi tentang penundaan usulan guru besar Prof Kandou yang kejadiannya berlangsung pada tahun 2013. "Peristiwa hukum itu sudah 5 tahun berlalu. Di mana Surat Keputusannya yang bernomor 1132 ditanda tangani rektor saat itu, Prof Rumokoy. Bahkan penggugat (Prof Kandou, red) diberikan sanksi 1,5 bulan terkait plagiat,” ungkapnya.

 

“Dari situlah Prof Kandou melakukan gugatan. Dan kami keberatan. Sebab jika mengacu pasal 55 telah kadaluarsa. Kan harusnya 3 bulan, tapi ini sudah hampir lima tahun,” tambah Weku.

 

Suoth juga menambahkan, keberatan ini masuk pada pokok materi dan masuk pada keputusan akhir Prof Kandou bahwa mengacu SK 1132 bukan di era Rektor Prof Ellen Kumaat.

 

“Selama ini ada kesan bahwa Prof Kumaat yang mengeluarkan SK tersebut dengan maksud untuk menjegal Prof Kandou. Tidak seperti itu,” ungkap Suoth dan menambahkan penetapan pengadilan dengan kenaikan pangkat dan pendaftaran calon rektor, tidak ada hubungannya atau memberi lampu hijau kepada Prof Kandou untuk melakukan proses hukum lebih jauh. (sonny dinar)

 


Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.

Manado