Prof Ellen Kumaat, saat dilantik Menristekdikti menjadi Rektor Unsrat Manado, di Jakarta. (foto: ist)

Kumaat Ajak Civitas Akademika Unsrat Bersatu

Resmi Dilantik Menristekdikti Sebagai Rektor

Laporan: Sonny Dinar

Kursi Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) kembali diduduki Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA. Jabatan itu resmi dipegang setelah Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Mohamad Nasir melantiknya. Momen penting itu tersaji di Jakarta, Kamis (28/6) kemarin.

Usai dilantik, Kumaat mengaku memiliki tugas yang berat yakni menghadapi intrik dan riak-riak politik pasca Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsrat.

“Saya sadar betul, tanpa ijin-Nya semua usaha akan sia-sia. Namun jika Tuhan berkehendak, pasti semua jalan akan dibukanya. Dan inilah yang saya aminkan, anugerah itu masih dipercayakan kepada saya,” tutur Kumaat penuh syukur.

Srikandi pertama pemimpin Unsrat yang dipercayakan akan menjabat hingga 2 periode ini, menunjukkan sikap bijaksana. Dia mengaku, hal paling penting adalah merangkul semua civitas akademika Unsrat supaya bersatu untuk memajukan universitas.

“Fokus saya sekarang adalah mencari jalan supaya Unsrat bisa lebih hebat lagi ke depannya. Tak hanya bersaing dengan universitas dalam negeri, tapi juga kampus internasional, menjadi universitas kelas dunia. Saya membutuhkan semua dukungan dan kita semua harus saling mendukung sesuai falsafah ‘Si Tou Timou Tumou Tou’,” kata Kumaat.

Ia mengaku bersyukur karena proses Pilrek berjalan dengan lancar. Hanya saja, diakuinya kalau menjadi rektor merupakan kepercayaan dan tanggungjawab yang besar. Kata dia, memimpin kampus sebesar Unsrat tidak bisa sendiri tapi mesti didukung banyak pihak, khususnya civitas akademika Unsrat.

“Saya berdoa semoga dimudahkan dalam melaksanakan kepercayaan dan tanggungjawab ini. Mari bersama berjalan maju,” ujarnya.

Diapun mengharapkan agar rival-rival politik dan para pendukungnya kembali bersatu membangun Unsrat. “Milikilah jiwa yang sportif, bahwa pilrek sudah selesai. Jangan lagi menoleh ke belakang dengan perbedaan yang ada. Saat ini mari kita bersatu membangun Unsrat,” pintanya.

Menristekdikti Mohamad Nasir, dalam sambutannya di acara pelantikan tersebut, sempat menitipkan pesan agar rektor Unsrat Prof Kumaat melanjutkan pembangunan yang sudah dirintis selama ini.

“Lanjutkan pembangunan yang ada, yang baik semakin ditingkatkan dan yang masih kurang dievaluasi. Layani semua pihak dengan baik karena kita adalah pelayan masyarakat,” ucap Nasir.

Diapun menyentil ‘good governance university’ atau tata kelola universitas yang baik dengan penerapan birokrasi yang transparan, memiliki inovasi menuju era industry 4.0.

“Dengan keyakinan dan semangat, saya menyakini jika rektor Unsrat pasti bisa melakukannya,” sambungnya. (**)


Komentar