Suasana kunjungan kerja Anggota Komisi II DPR-RI E.E Mangindaan di KPU Minahasa, Kamis (22/2).

Kunjungan Kerja di KPU Minahasa, Komisioner Curhat ke Mangindaan

Tondano, MS
Kunjungan kerja Anggota Komisi II DPR-RI, Letjen TNI (Purn) E.E. Mangindaan SIP di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa, Kamis (22/2), jadi momentum bagi para komisioner untuk menyalurkan aspirasinya. Wakil Rakyat berdarah Kawanua itu pun menerima sederet curahan hati (curhat) dari para punggawa di Lembaga Penyelenggara Pemilu Tanah Malesung.
 
Kunjungan kerja ini diawali dengan sambutan dan ucapan selamat datang oleh Ketua KPU Minahasa Meidy Yafeth Tinangon SSi MSi. Dijelaskan pula tentang peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa yang diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu nomor urut 1 Ivan Sarundajang-Careig Naichel Runtu dan nomor urut 2 Roy Roring-Robby Dondokambey.
 
"Kami sangat bangga mendapat kunjungan dari pak Mangindaan yang adalah anggota DPR RI di bidang politik dan undang undang Pemilu. Kami juga bersyukur beliau sudah memilih KPU Minahasa untuk dikunjungi," ungkapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Tinangon juga mengungkapkan tentang pemilihan komisioner yang akan digelar tahun 2018 ini. Kendati Kabupaten Minahasa memiliki wilayah yang cukup luas, namun sesuai aturan hanya tiga yang akan direkrut. Sementara jumlah yang ada saat ini ada lima komisioner.
 
"Kami berharap untuk wilayah Minahasa yang cukup luas dapat dipertimbangkan ulang untuk jumlah komisioner dalam perekrutan nanti," kata dia.
 
Persoalan lain yaitu masa jabat komisioner KPU Minahasa saat ini akan berakhir pada 26 Juni 2018 mendatang. "Sementara yang kita ketahui bersama penyelenggaraan pungut hitung di TPS (Tempat Pemungutan Suara) berlangsung pada 27 Juni 2018. Artinya pada waktu yang krusial yakni satu hari sebelum Hari H Pilkada Minahasa ada transisi pimpinan KPU," tandas Tinangon.
 
Komisioner KPU Minahasa di Bidang Hukum dan Teknis, Dicky Paseki SH, juga menjelaskan terkait polemik di wilayah Minahasa yang sebagian penduduknya memiliki status kependudukan di daerah lain, yakni di Desa Sawangan dan Tikela.
 
"Persoalan ini sudah kami bahas dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa dan stakeholder terkait. Sudah ada solusi-solusi yang coba ditempuh untuk menyelesaikan persoalan ini, salah satunya dengan pelayanan mobile dalam pengurusan KTP bagi warga di desa-desa terkait yang belum memiliki KTP Minahasa," papar Paseki.
 
Mangindaan sendiri sebelum menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh komisioner, menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan dalam rangka reses masa persidangan III tahun 2017-2018 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). "Minahasa sengaja saya pilih untuk dijadikan sampel sebagai daerah pelaksana Pilkada," kata dia.
 
Terkait serah terima jabatan Komisioner KPU pada 26 Juni 2018 nanti, Mangindaan mengaku sudah menyampaikan hal tersebut dan telah dilanjutkan ke KPU Pusat.
 
"Namun saat ini sudah diterbitkan undang-undang, jadi kalau untuk merubahnya harus ada Perppu (peraturan pengganti undang-undang) dari Presiden. Jadi kami berharap dan mengusulkan kalau bisa salah satu komisioner yang lama harus ada juga yang terpilih pada komisioner yang baru nanti," katanya.
 
Mangindaan pada kesempatan itu juga meminta penjelasan tentang beberapa hal, yakni terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT), juga soal bagaimana dengan warga yang belum memiliki e-KTP, serta sudah sejauh mana sosialisasi yang telah dilakukan KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan menyosialisasikan netralitas ASN, POLRI dan TNI.
 
Menjawab pertanyaan tersebut, Komisioner KPU Minahasa Bidang Sosialisasi SDM dan Parmas, Kristoforus Ngantung S.Fils, memaparkan persentase target partisipasi masyarakat dalam Pemilu.
 
"Kami KPU Minahasa menargetkan 85 persen partisipasi pemilih di Pilkada Minahasa. Itu untuk menopang target KPU RI sebesar 75 persen partisipasi pemilih," ujar Ngantung.
 
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan menggenjot kinerja melalui sosialisasi, termasuk meningkatkan kepercayaan. "KPU Minahasa juga telah membentuk Media Center. Mereka tugasnya meliput dan mensosialisasikan tahapan Pilkada, dengan harapan dapat menjangkau pemilih pemula, pemilih perempuan, tokoh agama, masyarakat dan pemilih terpencil," paparnya.
 
"Jika ada masalah atau kendala yang dihadapi di lapangan maka kami turun langsung untuk menyelesaikannya," pungkas Ngantung.
 
Kegiatan ini turut dihadiri pula oleh Sekretaris KPU Minahasa Dr Meidy Malonda, perwakilan Panitia Pemilihan (PPK) dan Media Center KPU Minahasa. (jackson kewas)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.