Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke H Mewoh DEA didampingi sejumlah pejabat saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Pineleng.

Kunker di Pineleng, Mewoh : Pemerintah dan Masyarakat Harus Bersinergi

Pineleng, MS
Kegiatan kunjungan kerja Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke H Mewoh DEA di kecamatan berlanjut Rabu (11/4). Kali ini Bupati mengunjungi pemerintah dan masyarakat se-Kecamatan Pineleng, tepatnya di Desa Sea.
 
Dalam sambutan di hadapan pemerintah desa, Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir, Mewoh menyampaikan maksud kunjungan kerja ini adalah untuk melihat kinerja dan pembangunan serta persoalan yang terjadi di desa-desa se kecamatan Pineleng.
 
"Saya bersyukur karena sejak dilantik sebagai penjabat bupati ini pertama kalinya bisa bertatap muka dengan masyarakat dan pemerintah desa di Pineleng," ungkapnya.
 
Ada banyak hal yang disampaikan Bupati, salah satunya soal pentingnya sinergitas antara pemerintah desa dan masyarakat maupun sinergitas antara pemerintah di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pusat.
 
"Tentu jika ada sinergritas yang baik maka pembangunan dapat dijalankan dengan baik pula. Artinya jika struktur pemerintahan tegak lurus dari pusat sampai ke daerah tentu semua akan berjalan dengan lancar, baik itu di sektor pembangunan maupun bantuan sosial yang menyentuh langsung masyarakat," papar Mewoh.
 
Untuk itu, dia pun meminta pemerintah desa dalam hal ini para hukum tua agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bisa bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan Minahasa.
 
"Selain itu pemerintah desa wajib memberitahukan program pemerintahan yang jelas kepada masyarakat sehingga tidak terjadi miss komunikasi. Jadi sampaikanlah secara jelas dan terbuka kepada masyarakat semua pencapaian pembangunan baik yang telah dikerjakan maupun yang telah diprogramkan dan sementara dikerjakan," pesan Bupati.
 
Sementara terkait dana desa, Mewoh mengakak pemerintah dan masyarakat untuk bersyukur sebab dana yang dikucurkan pemerintah pusat untuk desa cukup besar. "Ada SKPD di Minahasa yang anggaran setahun tak sampai Rp500 juta, tapi untuk desa paling rendah dana yang diterima Rp1 Miliar," ungkap Mewoh yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sulawesi Utara itu.
 
Dana yang cukup besar itu diakuinya sesuai dengan program Nawacita Presiden Joko Widodo yakni membangun Indonesia dari pinggiran. "Yang dimaksud pinggiran itu tentu dari desa. Makanya dana desa kalau dimanfaatkan dengan baik akan memberikan kontribusi bagi pembangunan tetapi juga peningkatan ekonomi rakyat," paparnya.
 
Tak hanya pembangunan infrastruktur fisik, pemerintah desa diminta harus mampu mengoptimalkan program pemberdayaaan masyarakat. "Kalau dulu persentase pemanfaatan dana desa misalnya 60 persen fisik dan 40 persen pemberdayaan masyarakat, sekarang harus dibalik, 60 persen untuk pemberdayaan masyarakat dan 40 persen fisik," kata Mewoh.
 
Agar program pemberdayaan masyarakat optimal, Bupati mengajak perangkat pemerintah desa untuk lebih mengefektifkan kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). "Sebab BUMDES jika optimal akan memberikan kontribusi bagi pendapatan desa dan otomatis akan mendongkrak PAD. Semua itu tergantung dari sejauh mana peran pemerintah desa dan masyarakat mengelola sumber daya yang ada di desa," ujarnya.
 
Diakhir sambutan, Bupati mengajak pemerintah dan masyarakat agar bekerja dan berdoa bersama untuk menyejahterakan masyarakat Minahasa dan memperjelas komitmen untuk menyukseskan pembangunan di Pineleng ini.
 
Kegiatan ini terpantau turut dihadiri sejumlah pejabat diantaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dr Denny Mangala M.Si, Camat Pineleng Drs Johnly Wua MM, jajaran pemerintah Kabupaten Minahasa, para ASN, Hukum Tua se-Kecamatan Pineleng, perangkat desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (jackson kewas)

Komentar

Update berita mediasulut.co

Masukkan email anda untuk berlangganan berita terbaru dari kami.