Kendaraan yang sementara mengisi BBM di salah satu SPBU di Amurang.(foto: ist)

Kuota Premium Minsel tak Ditambah

Tiap SPBU Hanya 8 KL

Amurang, MS
Intensitas kendaraan di Jalan Trans Sulawesi, wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), meningkat. Ribuan kendaraan bermotor, lalu-lalang di jalan yang menghubungkan Kota Bitung hingga Kota Makasar itu. Kebutuhan akan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium pun melambung tinggi.
Kendati demikian, kuota Premium tidak ditambah. Sejak perayaan Idul Fitri hingga arus balik pada Selasa (19/6) kemarin, jatah premium stagnan. Masing-masing Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) hanya mendapatkan 8 kilo liter (KL) Premium.
Alhasil, kebutuhan akan Premium tak bisa terpenuhi. Dalam hitungan jam, premium ludes di 3 SPBU besar di Minsel. Terpaksa, para pengendara harus membeli Pertalite atau Pertamax. "Sangat sulit untuk mendapatkan BBM jenis Premium di Minsel. Saban kali kami datang, SPBU telah kehabisan stok Premium," aku Stenly Tambaani, sopir kendaraan umum di Amurang.
Pengakuan minimnya Premium, diakui sejumlah pengelola. Menurut Bertje, manager SPBU Amurang, suplai BBM Premium tidak ada peningkatan. "Sejak perayaan Idul Fitri hingga menghadapi arus balik saat ini, suplai Premium tetap 8 KL," akunya.
Hanya saja, suplai BBM jenis Pertamax dan Pertalite, tidak pernah dibatasi. "Kalau Pertalite dan Pertamax, tidak ada kuota. Berapapun permintaannya pasti akan dipenuhi oleh Pertamina," timpalnya.
Seperti dikatakan Wem Mononimbar, seharusnya kuota BBM jenis Premium di Minsel, ditambah. Sebab kata dia, menghadapi arus balik nanti, banyak kendaraan yang akan melalui Jalan Trans Sulawesi. "Seharusnya kan ditambah. Ini bukan hanya kebutuhan kendaraan milik warga Kabupaten Minsel, namun sudah kebutuhan warga Pulau Sulawesi. Yang melalui jalan ini kan sudah dari Makasar, Poso, Palu, Toli-toli, Gorontalo dan wilayah Bolaang Mongondow," papar Mononimbar.
Dia khawatir, jika tidak ditambah, Minsel akan mengalami kelangkaan BBM. "Saat ini saja BBM jenis Premium sudah sangat sulit dicari. Bagaimana jika BBM jenis lain juga jabis karena dibeli pengguna jalan Trans Sulawesi. Pertamina seharusnya menambah kuota BBM jenis Premium," tegasnya.(rul mantik)


Komentar