KUTUK AKSI TEROR BOM

Masyarakat Sulut Ikut Menangis

 

Manado, MS 

Teror bom guncang Ibukota Negara.  Tangis dan reaksi prihatin pun membasahi tanah air Indonesia. Letupan kecaman keras ikut membahana seantero negeri. Ajakan melawan terorisme mengencang. Suport untuk aparat penegak hukum menggema. 

Aksi yang diduga bom bunuh diri di toilet umum depan Halte Busway Kampung Melayu, Jakarta Timur, memantik reaksi keras dari berbagai komponen masyarakat di Tanah Air. Ekspresi itu juga tergurat dari wajah publik Bumi Nyiur Melambai. 

Aksi teror ini dinilai dapat berdampak sangat luas, mengganggu kerukunan hingga kondisi ekonomi Indonesia. "Dapaknya bisa luas, termasuk terusiknya ketentraman masyarakat serta kerukunan hidup beragama yang sudah terbina dengan baik, serta dapat menghambat proses pembangunan di Indonesia," nilai Ketua Resort Siau Timur GMIST, Rahel Papona STh, Kamis (25/5).

"Selain itu, aksi teror ini pun akan berdampak pada investasi. Investor dalam maupun luar negeri tidak berani masuk ke Indonesia karena kekhawatiran akan masalah keamanan, padahal pemerintah pusat terus mengkampanyekan kondisi Indonesia telah aman dan kondusif untuk menanaman investasi," kata Papona.

SIMPATI DARI NUSA UTARA

Rasa simpati mengalir dari masyarakat Kabupaten Talaud. Lontaran kutukan mengiringi. Merespon teror bom di Jakarta. "Kami sangat mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu. Tindakan itu sangat tidak manusiawi," ujar tokoh Masyarakat Talaud, Samuel Winowoda, Kamis (25/5).

Pelakunya sudah tidak memiliki nurani kemanusiaan. Peristiwa itu sangat melukai bangsa ini dan sangat tidak patut dicontohi. "Diharapkan untuk masyarakat tidak terpancing akan aksi teror tersebut. Serahkan saja kepada pihak yang berwajib," tandasnya.

Terpisah, Koordinator Wilayah (Korwil) Gereja Masehi Protestan Umum (GMPU) Kabupaten Talaud, Pendeta Nelwan Senaen, S.Th, M.Pd mengatakan hal yang sama. Dirinya sangat menyayangkan aksi teror tersebut sembari meminta agar aparat keamanan Polri dan TNI untuk segera bertindak cepat mengusut tuntas pelaku teror, juga meminta Polri mengungkap dalang tindakan di luar batas kemanusiaan ini. 

Selain itu, dirinya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersikap tenang dan tidak terpancing oleh berita yang simpang siur. Masyarakat tetap mempercayakan semuanya kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk mengusut tuntas kasus teror, sekaligus mencegah berulangnya peristiwa ini.  "Mari jaga hati kita agar tidak terpancing dengan situasi yang terjadi," pungkas Senaen sembari meminta agar masyarakat Talaud untuk tetap menjaga kedamaian serta mendoakan bangsa Indonesia.

Di Kabupaten Sitaro, para tokoh agama secara tegas mengutuk tindakan oknum-oknum yang melakukan aksi peledakan bom, Rabu (24/5) malam.  "Kami sangat menyesalkan insiden ini serta bersepakat mengutuknya karena dapat berpengaruh terhadap kondisi keamanan yang semakin kondusif di Indonesia," kata Ketua Resort Siau Timur GMIST, Rahel Papona STh.

Sehubungan dengan itu, salah satu tokoh masyarakat Siau, Yunus Noe mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasanya dan tidak terprovokasi ulah oknum-oknum tidak bertanggungjawab itu.

Masyarakat diminta untuk menyerahkan masalah tersebut kepada aparat keamanan yang tengah berupaya untuk mengusut tuntas dan memproses hukum pelakunya. "Aparat keamanan pun diminta supaya lebih bersiaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan sehingga aksi teror bom ini tidak terulang kembali," pinta Noe yang merupakan tokoh Muslim Siau ini.

Dirinya meminta seluruh umat beragama untuk tetap menjaga ketahanan internal masing-masing komunitas maupun menjaga ketahanan masyarakat secara menyeluruh, serta tidak terprovokasi dengan insiden itu.

Noe menegaskan, ketahanan masyarakat masih sangat kuat serta semakin cerdas memilah persoalan. Hal ini dapat dibuktikan dengan berlangsungnya berbagai aktivitas masyarakat seperti biasanya setelah terjadi ledakan bom itu. "Sebaliknya ledakan bom ini memberikan peringatan kepada aparat keamanan untuk tidak terlena dengan situasi dan kondisi keamanan yang semakin kondusif ini. Aparat pun harus bertindak cepat untuk mengungkap kasus ini dan menyeret dalangnya untuk diproses hukum," tandasnya.

MASYARAKAT BOLMONG SESALKAN TERJADI JELANG RAMADHAN 

Aksi pengeboman di Jakarta menjadi bahan diskusi hangat  sejumlah elemen masyarakat di wilayah Bolaang Mongondow raya. Mereka menilai jika aksi yang memakan beberapa korban meninggal dunia tersebut merupakan perbuatan yang harus dikutuk. Sangat disesalkan aksi buruk itu terjadi jelang Ramadhan. 

“Ini merupakan perbuatan yang keji dan tidak berperikemanusiaan, apalagi menjelang masyarakat Muslim yang ada di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1438 hijriah,” ungkap Rusmin Mokodompis, tokoh pemuda Bolmut.

Ia berharap, seluruh masyarakat Indonesia tidak berspekulasi terhadap pelaku pengeboman tersebut apalagi mengaitkan dengan salah satu agama tertentu. “Semua agama pastinya mengutuk aksi seperti ini. Mari kita percayakan pengungkapan kasus ini kepada pihak kepolisian, sebab merekalah yang mempunyai wewenang untuk itu,” tambahnya.

SUARA PERDAMAIAN DARI MINAHASA 

Suara perdamaian juga datang dari Kabupaten Minahasa, menyikapi aksi bom bunuh diri di pusat negara. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Minahasa, Pdt Evert Tangel dengan tegas mengatakan, pada prinsipnya sebagai tokoh agama dirinya menolak aksi intoleran yang radikal, apalagi mengarah pada terorisme.

"Apapun motivasinya yang namanya terorisme kita tolak, sebab aksi-aksi ini bukanlah pengajaran agama. Pada hakikatnya semua agama pasti mengajarkan umatnya untuk saling mengasihi dalam hidup bersama. Apalagi dalam pengajaran Kristen. Gereja diajarkan untuk mengasihi sesama manusia seperti mengasihi Tuhan," terang Tangel.

"Saya mengajak sekalian jemaat untuk meminta hikmat dari Tuhan agar dapat membedakan dan menghindarkan diri dari tindakan-tindakan kekerasan," ucapnya lagi.

Sebagai Ketua FKUB Minahasa, Tangel mengajak semua pemimpin agama dan umat serta jemaat untuk meningkatkan rasa kebersamaan dengan mengajar-ajarkan ulang kearifan lokal yang diajar-ajarkan oleh leluhur Minahasa yaitu, maleo-leosan (baku-baku bae), maupu-upusan (baku-baku sayang), matombo-tombolan (baku-baku tongka), malinga-lingaan (baku-baku dengar), dan maesa-esaan (tetap bersatu).

Senada diungkapkan Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang. Selaku pemerintah, dirinya mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Minahasa agar jangan saling menyalahkan sesama. Karena dirinya yakin bahwa tidak ada manusia yang lahir dan diprogram untuk saling membunuh manusia yang lain.

"Bagi pelaku dan mereka yang jadi otak pembunuhan, saya mengajak kita semua untuk mendoakan karena sesungguhnya mereka tidak tau apa yang mereka perbuat. Selanjutnya kita serahkan pengungkapan masalah teroris ini ke aparat hukum," tandas Ivan.

SULUT BUTUH PERHATIAN EKSTRA

Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Pdt Dr Henny Wiliam B Sumakul Th.M, mengaku prihatin dengan aksi bom yang terjadi di Jakarta. Bagi Sumakul, kondisi di ibukota Jakarta itu perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat nasional, khususnya di Sulawesi Utara (Sulut).

“Jangan berpikir jika kondisi Sulut yang aman dan damai saat ini, tidak membutuhkan perhatian ekstra. Ini harus disikapi serius oleh semua elemen masyarakat kaitannya dengan aksi bom di Jakarta,” tegas Sumakul.

Ia mendorong pemerintah dan aparat kemanan (Polisi dan TNI) untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) hingga pelosok desa dan kelurahan. Sebab, bagi dia, itu merupakan salah satu strategi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di  wilayah Bumi Nyiur Melambai. “Siskamling sangat penting, itu harus digiatkan kembali,” kata Sumakul, Kamis (25/5) malam.

Selanjutnya, ia meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. “Harus diusut tuntas. Pemerintah juga harus terbuka dan transparan kepada masyarakat. Jangan mengaburkan jika memang ada aksi-aksi terorisme dalam aksi tersebut. Kami berdoa bagi keluarga korban agar diberi ketabahan dan kekuatan,” tuturnya.

POLDA SULUT BERDUKA 

Awan duka membungkus seantero negeri, terutama keluarga besar Polri. Dukacita mendalam ikut dirasakan jajaran Polda Sulut. 

Kapolda Sulut melalui Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo menuangkan rasa prihatin serta mengucapkan turut berdukacita atas kejadian di Jakarta tersebut. "Kita prihatin dan menyampaikan turut berduka atas korban, baik masyarakat sipil maupun anggota Polri yang tertimpa," tutur Tompo.

Teror tersebut secara nyata menyasar masyarakat dan anggota Polri yang sedang bertugas.  "Walaupun aksi teror selalu ditujukan untuk menebarkan ketakutan pada semua orang, namun kejadian ini harus menjadi penghimpun energi bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan," tegasnya. 

"Karena itu setiap elemen bangsa harus bersatu dan tidak memberi ruang dan kesempatan pada pelaku atau potensi terorisme," pungkas Tompo. 

PANGDAM MERDEKA: JANGAN TAKUT AKSI TERORISME

Menyikapi kondisi kamtibmas yang terganggu dengan berbagai ancaman global seperti aksi teroris yang terjadi di Kampung Melayu Jakarta, Panglima Kodam XIII Merdeka Mayjen TNI, Ganip Warsito, mengajak seluruh masyarakat khususnya di wilayah teritorial Kodam XIII Merdeka yang meliputi Provinsi Sulut, Gorontalo dan Sulteng, untuk tidak takut dengan adanya ancaman aksi terorisme.

Ganip menegaskan, sesuai penegasan Presiden RI Joko Widodo yang ditindaklanjuti oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar masyarakat Indonesia jangan takut dengan aksi terorisme. “Sesuai harapan pemerintah dan komando atas, saya imbau agar seluruh masyarakat khususnya yang berada di wilayah teritorial Kodam XIII Merdeka agar tidak takut dengan ancaman terorisme apapun bentuknya. Jangan mudah terprovokasi dengan perkembangan yang ada sebab TNI dan Polri bersama-sama akan menjaga kamtibmas dari ancaman terorisme,” pintanya.

Selain itu, Ganip meminta masyarakat  memperhatikan kemungkinan adanya gerakan dan keberadaan oknum asing yang melakukan kegiatan mencurigakan pada wilayah masing-masing. 

Ia mengaku telah memerintahkan seluruh jajaran komandan satuan dalam jajaran Kodam XIII Merdeka untuk deteksi dini, lapor dini dan cegah dini serta mawas diri, terhadap perkembangan yang ada. 

“Langkah awal untuk hadapi adanya ancaman terorisme adalah jangan takut, tanggap dengan kondisi yang ada dan bersedia melaporkan hal mencurigakan kepada aparat penegak hukum terdekat secepatnya. Saya juga mengucapkan bela sungkawa yang terdalam atas meninggalnya tiga orang anggota Polri saat menjalankan tugas pada saat terjadinya bom di terminal Kampung Melayu,” kata Ganip.

Diketahui,  Rabu (24/5) malam, teror bom kembali menerpa Indonesia. Kali ini terjadi di terminal Kampung Melayu Jakarta Timur yang berakibat tiga orang anggota Polri gugur dan dua orang yang diduga pelaku tewas, 10 orang lainnya luka-luka. Teror bom yang ke sekian kalinya itu dikecam berbagai pihak karena dianggap bentuk dari kebiadaban, musuh semua agama, dan menistakan nilai-nilai kemanusiaan. 

Kepolisian menduga ledakan itu adalah berupa bom bunuh diri dengan menggunakan bom panci. Dipastikan dua terduga pelaku teror, ikut tewas di lokasi kejadian. Petugas Polri hingga kini terus mengindentifikasi potongan dan serpihan anggota tubuh orang yang diduga adalah pelaku untuk menelusuri lebih lanjut siapa pelaku dan motifnya.(tim ms) 

 

Banner Media Sulut

Komentar

Populer hari ini

Sponsors