Lantik Kumtua, JWS Sosialisasikan Kepada Warga Alasan Gubernur Jemput FH

Tondano, MS

Untuk menghindari adanya kesalahpahaman ditengah masyarakat Minahasa, Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow (JWS) memanfaatkan agenda pelantikan Hukum Tua (Kumtua) untuk mensosialisasikan alasan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menjemput kedatangan Wakil Ketua DPR-RI, Fahri Hamzah, akhir pekan lalu.

"Sekarang ini masyarakat masih ramai mempergunjingkan kedatangan Fahri Hamzah dan sering menyalahkan pak Gubernur dan pak Wagub karena menyambutnya dengan baik. Alasannya karena sosok Fahri dianggap sebagai tokoh radikal. Perlu diketahui bahwa pemerintah juga menolak aksi radikalisme, namun masyarakat harus paham bahwa pak Gubernur menyambut dia bukan sebagai tokoh radikal, melainkan dalam kapasitas sebagai pejabat negara yaitu wakil ketua DPR-RI," papar JWS dalam sambutannya diberbagai kesempatan saat melantik Kumtua terpilih.

Penyambutan untuk kedatangan seorang pejabat negara, lanjut JWS, memang wajib dilakukan setiap kepala daerah dan sudah diatur dalam ketentuan protokeler. "Itu sudah menjadi protab, jadi setiap kepala daerah wajib melakukan itu. Makanya pak Gubernur sebagai tuan rumah harus melakukan pemjemputan kepada tamu kenegaraan," jelas Bupati.

Disisi lain, pemerintah kata dia, pada umumnya sepakat dengan prinsip masyarakat Sulut untuk menolak segala bentuk paham radikalisme dan ormas-ormas intoleran yang sering meresahkan bangsa. Hanya saja, masyarakat di Minahasa dihimbau untuk tidak melakukan aksi anarkisme dalam mengengkspresikan penolakan tersebut.

Diketahui, penyambutan dan penjemputan ternadap kedatangan Fahri Hamzah memang masih menjadi polemik ditengah masyarakat. Banyak yang menilai sikap Pemerintah Provinsi Sulut tak menghargai aspirasi warga Kawanua yang secara tegas menolak kedatangan Fahri di Bumi Nyiur Melambai. Alasannya, eks politisi PKS itu dianggap sebagai tokoh radikal yang dapat mengancam kerukunan bergama. (jackson kewas)

Banner Media Sulut

Komentar