Arthur Path dan Robert Tambuwun

Legislator Manado Akan Sidak Bisnis Hiburan Malam

Indikasi Sogok Untuk Tambah Jam Operasional

 

Manado, MS

Isu pemberian ‘upeti’ sekira Rp3 juta guna penambahan waktu operasional sejumlah hiburan malam selama bulan puasa ini di Kota Manado, merebak.  Tak main-main, sogokan diduga menyerempet instansi terkait. Dengan begitu, kesepakatan waktu mundur ditutup bertambah 2 hingga 3 jam. Semestinya, untuk operasional yang diberlakukan hanya mencapai pukul 01:00 Wita.

“Sangat disayangkan memang, tapi kami sendiri sudah mendapat laporan yang sama dari pihak yang berbeda-beda sehingga kemungkinan adanya aksi tersebut terjadi,” kata anggota Komisi A DPRD Manado, Arthur Paath, Senin (19/6) kemarin.

Lanjut dia, informasi tersebut diterimanya dari salah satu petugas keamanan. Dimana, saat warga muslim akan melakukan sahur, para pengunjung tampak baru beranjak pulang dari lokasi tersebut. Jika informasi itu benar, memberikan signal jika oknum-oknum pengusaha hiburan malam secara terang-terangan tidak mengindahkan aturan atau Perda yang disepakati.

Disinggung mengenai tindak lanjut dari pihak DPRD, Paath mengakui, sudah beberapa kali meminta pimpinan komisi untuk segera melakukan tindak lanjut penelusuran, sehingga mendapatkan fakta sebenarnya. “Seharusnya kondisi tersebut berlaku dan jika isu yang berkembang terbukti secara publikasi harus dilakukan. Telah beberapa kali pula kami sudah menyodorkan ke pimpinan komisi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD Manado, Robert Tambuwun tak menampik mengetahui informasi tersebut. Namun untuk tindak lanjutnya, harus berkoordinasi dengan pimpinan komisi lain di DPRD. Pada dasarnya, Tambuwun tetap bersikukuh untuk memberi peringatan tegas karena dalam kurun waktu per kejadian selama sebulan ini, banyak hal-hal yang berbau negatif terjadi. “Intinya, kami segera turun lapangan dan atau memanggil pihak-pihak pengusaha hiburan malam tersebut,”tandasnya. 

Diketahui, akibat pelanggaran waktu beroperasional berlaku, aksi pemukulan di salah satu pub di kawasan Mega Mas terjadi, Sabtu (17/6) pekan lalu, dini hari. Kejadian tersebut luput dari sidak pihak Pol-PP Pemprov Sulut dan pihak keamanan yang turun lapangan. Besar kemungkinan sidak telah selesai dilakukan kemudian peristiwa tersebut terjadi. (devy kumaat)

 

 

Banner Media Sulut

Komentar