Kondisi jalur alternatif yang menghubungkan ruas jalan 17 Agustus-Samratulangi dinilai berisiko bagi pengguna jalan. Inzet: Pingkan Nuah.(foto: devy kumaat)

Legislator Sorot Kondisi Jalan Alternatif 17 Agustus-Samratulangi

Manado, MS

Anggota Dewan Perwakkilan Rakyat Daerah (DPRD) Manado Pingkan Nuah mengatakan, kondisi jalur alternatif yang menghubungkan jalan 17 Agustus di Kelurahan Bumi Beringin (Bumber) dengan ruas jalan Samratulangi (Kompleks Pikat) sangat berisiko bagi pengendara di malam hari.

Menurut dia, berdasarkan kesaksian warga sejumlah kendaraan sering terperosok, karena struktur jalan yang terlalu menukik dan tidak memiliki pembatas jalan dengan saluran air. "Trotoar yang seharusnya tersedia di lokasi tersebut ternyata tak ada, padahal mengancam nyawa warga ketika kendaraan akan memotong," kata Nuah, Kamis (21/6) kemarin.

Padahal, lanjut dia, jalur ini dinilai efektif mempersingkat waktu jika ingin menuju kompleks KONI atau ke arah Malalayang.

“Bukan itu saja, turunan curam tersebut sudah merengut nyawa akibat sering terjadinya kecelakaan,” tutur dia.

Penyebab lain kecelakaan yang utama, sebut srikandi PDIP adalah kurangnya penerangan sehingga munculnya masalah publik ini.

Wakil Ketua Komisi B ini mengatakan, akan meneruskan ke pemerintah sehingga menjadi perhatian. Namun, terlebih dahulu akan mengkoordinasikan dengan pihak Komisi C yang bersentuhan langsung dengan bidang pembangunan. "Nanti pula, kami akan meneruskan ke Komisi C karena berhubungan dengan jalan dan infrastruktur bagian pengawasan mereka. Dan, kami berlakukan itu sebagai koordinasi tapi tetap mengawalnya," pungkas dia.(devy kumaat)


Komentar