Suasana foto bersama saat kegiatan dialog.

Lembaga Keumatan Didorong Perjuangkan Oikumenisme-Nasionalisme

  • Digagas GAMKI Sulut 

Manado, MS

Peran Lembaga Keumatan Kristen di tengah masyarakat makin didorong. Wadah itu diharapkan mampu membangun komunikasi serta memperjuangkan oikumenisme dan nasionalisme di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daeah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sulut, Meydi Tinangon SSi MSi dalam dialog konsolidasi lembaga keumatan yang digelar GAMKI Sulut, di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Sabtu (29/7), dirangkaikan dengan Sidang Pleno II DPD GAMKI Sulut. “Perjuangan itu diharapkan dapat dibawa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk bersama-sama memperjuangkan keutuhan bangsa,” kata Tinangon.

Dialog yang dipandu langsung Drs Dolfie Angkouw menghadirkan nara sumber di antaranya Drs Jeremia Damongilala sebagai tokoh GAMKI dan personil di Forum Senior GMKI), Elisa Regar MHum dari Ketua I PIKI Sulut, Kenly M Poluan SPd MSi dari mantan ketua umum PP GMKI dan pengamat politik dan DR Goinpeace Tumbel MAP MSi dari Ketua MPO GAMKI dan Parkindo Sulut. “Pertemuan semacam ini akan terus-menerus berlanjut dengan isu-isu spesifik yang berkembang,” ujar Sekretaris DPD GAMKI Sulut Billy Kawuwung SPd.

Ketua Panitia James Kojongian ST MM bersyukur bisa menggelar kegiatan ini sebagai bagian dari pelayanan kepada Tuhan. “Intinya berdoa dan berkerja,” ungkapnya yang turut didampingi Sekretaris Panitia Arther Wuwung STh.

Setelah kegiatan dialog, dilanjutkan dengan Sidang Pleno II DPD GAMKI Sulut, yang mengevaluasi pelaksanaan program GAMKI Sulut. Suksesnya kegiatan tersebut maka Ketua DPD GAMKI Sulut dan jajarannya menyampaikan terima kasih kepada James Kojongian ST MM selaku Ketua Panitia dan jajaran panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh Lembaga keumatan oikumenis antara lain, GMKI, GSKI, PIKI, Parkindo, Forum Senior GMKI, Pemuda BAMAG, Pemuda SAG Suluteng. (tim ms)

Banner Media Sulut

Komentar