Suasana pembahasan Komisi IV DPRD Sulut dan pihak Rumah Sakit Ratumbuysang.

Lenyap, DPRD Sulut Kejar Dana Rp14 M di RS Ratumbuysang

Manado, MS

Anggaran efisiensi untuk pembangunan di Rumah Sakit (RS) Ratumbuysang sebesar Rp14 miliar, ‘hilang’. Hal ini memicu reaksi kritis para wakil rakyat di gedung cengkih.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), James Karinda menanyakan, mengapa sampai dana yang tadinya Rp49 miliar tinggal Rp35 miliar. Sebagian sudah tidak ada. Padahal masih banyak yang harus dibangun di rumah sakit itu.

“Ke mana yang Rp14 miliar? Kapan dana itu sudah tidak ada? Bagaimana mungkin pihak rumah sakit tidak tahu digeser ke mana,” tutur Karinda saat rapat pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Provinsi Sulut tahun 2017, Senin (21/8), di ruang rapat 3 kantor dewan Sulut.

Kepala Rumah Sakit Ratumbuysang, Inggrid Giroth mengatakan, pihaknya tidak mengetahui anggaran tersebut dialihkan ke mana. Pastinya, anggaran sebesar Rp14 miliar telah dialihkan sewaktu pergeseran anggaran di  pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut. Ia menduga, barangkali anggaran tersebut digeser karena masalah pembangunan di rumah sakit tersebut akan ada pihak ke 3 yang masuk.

“Kami tidak tahu dialihkan ke mana anggaran itu. Ini sudah sejak pergeseran. Sudah dari TAPD,” jawab Giroth.

James Karinda selaku pimpinan rapat pun menutup pembahasan bersama rumah sakit Ratumbuysang itu. Hanya saja masalah ini akan  mereka follow up saat pembahasan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulut dan TAPD Pemprov Sulut. (arfin tompodung)

Banner Media Sulut

Komentar