Brigjen Pol Wilmar Marpaung (Ist)

Lorong Gaza Tuminting Mencekam

Manado, mediasulut.co - Seruan tembak di tempat bagi pelaku panah wayer yang disampaikan Kapolda Sulut, ternyata tidak diindahkan. Buktinya, Lima pria dengan penutup wajah melakukan penyerangan dari arah Kelurahan Maasing Lingkungan III (Lorong Gaza), Kecamatan Tuminting, terhadap kelompok anak muda di Lorong Ganela kelurahan setempat, Selasa (14/6) lalu. Serangan yang terjadi sekitar pukul 00.30 WITA dini hari itu, mengakibatkan dua korban luka-luka. Rahmadani Busa (14), terkena anak panah yang terbuat dari bambu di dada kanannya dan Jeklin Wuisang (35), terkena anak panah di dagu.

Beruntung kedua korban, diselamatkan warga sekitar dan segera membawa kedua korban ke Rumah Sakit Siti Maryam, Tuminting, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Namun korban Jeklin Wuisang harus dirujuk ke Rumah Sakit Prof Kandouw, Malalayang, karena anak panah yang tertancap di dagunya belum tercabut.

Peristiwa ini terjadi saat Jeklin Wuisang sedang bermain domino bersama dengan rekan-rekannya. Tiba-tiba lima pelaku dari Lorong Gaza melepaskan anak panah ke arah korban. Pelaku selanjutnya juga melepaskan anak panah ke arah yang berbeda, dan mengenai korban Rahmadani Busa.

Pascapenyerangan, situasi sempat kacau, namun berhasil diredam oleh Tim Barracuda dan Pleton Siaga Polresta Manado, yang datang ke lokasi sesaat usai kejadian. Sekitar pukul 02.00 WITA, Unit Buser Satreskrim bersama Unit Khusus Intelkam Polresta Manado mengamankan seorang warga yang diduga pelaku penyerangan, MM alias Gareng.

Kasubbag Humas Agus Marsidi mengatakan, terduga pelaku sudah diamankan. “Yang bersangkutan sudah diamankan di Mapolresta Manado untuk penyelidikan lebih lanjut,"ujarnya, Rabu (15/6) kemarin.

"Kasus ini masih kami kembangkan,"pungkas pria asal Kampung Jawa Tondano ini.(melky tumilantouw)

Banner Media Sulut

Komentar