Foto: Mohamad Nasir

Lulusan Dokter Indonesia Praktik ke Singapura Disesalkan

Beijing, MS

Ada sesal menyembul dari mulut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Ia menyayangkan soal banyaknya pelajar Indonesia yang lulus pendidikan kedokteran di China membuka praktik di Singapura.

 

Nasir menuturkan, ada beberapa dokter yang lulus CTM (ilmu kedokteran tradisional China) membuka praktik di Singapura. Namun, pasiennya orang Indonesia juga. Ia mengungkapkan bahwa hal itu terjadi lantaran tidak ada kebijakan di Indonesia yang membolehkan mereka membuka praktik.

 

"KKI (Konsil Kedokteran Indonesia) dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) tidak mengakui CTM itu. Saya langsung tugaskan dirjen saya untuk studi banding CTM," tukas dia saat berkunjung ke Beijing.

 

Menanggapi pertanyaan mahasiswa kedokteran asal Indonesia mengenai rumitnya penyetaraan ijazah dan pengajuan izin praktik kedokteran, Nasir berjanji berkoordinasi dengan KKI dan IDI selaku lembaga yang bertanggung jawab atas profesi kedokteran.

 

Meskipun demikian, menurut dia, para lulusan kedokteran dari perguruan tinggi di China harus mengikuti prosedur yang berlaku untuk menjaga kualitas dan profesionalisme dokter.

 

Saat bertemu para mahasiswa Indonesia, Menristekdikti Mohamad Nasir dan rombongan didampingi Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Beijing Listyowati, Atase Pendidikan KBRI Beijing Priyanto Wibowo, dan Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Beijing Rukmini Setiati.

 

Nasir ke China untuk menghadiri pencanangan Tahun Inovasi China-ASEAN dan melakukan pertemuan bilateral denga Menteri Iptek China Wang Zhigang. (okz)


Komentar